AKTUALITA.CO.ID – Setelah sempat menutup kunjungan untuk sementara karena sedang dalam tahap pembangunan ruangan aula dan halaman, Pemerintahan Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor kembali mendapatkan kunjungan dari Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Senin (6/5/24).

Sebanyak kurang lebih 50 orang peserta dari Pemerintahan Desa Belok/Sidan yang terdiri dari Kepala Desa, Staf Desa, Perwakilan Kecamatan Petang dan Kabupaten Badung Bali hadir untuk melakukan studi tiru dengan berbagai macam program yang sudah berhasil di praktekkan oleh Pemdes Gunung Putri.
Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mengatakan, jika ini merupakan kunjungan pertama pasca renovasi yang kita lakukan, yang kami tawarkan dalam kunjungan kali ini adalah masih program digitalisasi desa yang menjadi primadona di Desa Gunung Putri. Meskipun sudah ada beberapa inovasi yang kami lakukan dan itu sudah berjalan, namun keberhasilan desa digital masih menjadi tujuan utama para tamu yang datang untuk melakukan kunjungan studi tiru ini.
“ Ini merupakan kunjungan pertama yang kami terima pasca hari raya Idul Fitri kemarin, seperti biasa kami menampilkan apa yang sudah berjalan di desa kami, dengan kondisi desa yang berbeda, semoga apa yang kami sajikan bisa diaplikasikan, juga apa yang sudah dilakukan di sana bisa kita aplikasikan di Desa Gunung Putri ini,”ungkap A Heri sapaan akrabnya.
“ Saya ucapkan terimakasih atas kunjungannya, mohon maaf atas segala kekurangannya jamuan, semoga semua inovasi yang ada di desa kita masing-masing bisa kita amati, modivikasi dan kita tiru,”tambahnya.
Sementara, Perbekel/ Kepala Desa Belok/Sidak yang diwakili oleh Sekretaris Desa I Wayan Sugiarto SH mengatakan, tujuan Pemerintahan Desa Belok/Sidan adalah untuk meniru sistem digitalisasi desa yang ada disini, dirinya berharap program digitalisasi dan perpustakaan serta Bumdes yang sudah berjalan di Desa Gunung Putri ini bisa diaplikasikan di desanya yang notabene wilayah pegunungan dan dikelilingi oleh wisata.
“ Kondisi desa kami itu di pegunungan dan dikelilingi oleh wisata, Adapun beberapa tempat objek wisata di tempat kami belum bisa menghasilkan atau menjadi PAD. Karena sebagian besar itu gratis dan dikelola oleh pihak warga setempat/warga adat,”terangnya.
Untuk menjadikan desa kami sebagai desa wisata yang bisa menghasilkan PAD, sambung I Wayan, Pemdes Belok/Sidan kedepannya akan berkordinasi dengan tetua adat setempat, agar bisa sama-sama mengembangkan wisata di desa kami. Oleh karena itu, sistem digitalisasi yang ada di Desa Gunung Putri ini sangat berguna sekali jika itu kami aplikasikan untuk desa kami.
“ Desa Gunung Putri ini kan dikelilingi oleh kawasan industri dan desa kami berada di pegunungan, bahkan bisa dibilang tidak ada pabrik, namun Bali sudah menjadi tempat wisata Internasional yang dikunjungi para turis asing. Nah, kami berharap, jika sudah membentuk desa digital, Desa Belok/Sidan juga bisa menjadi target sasaran untuk dikunjungi,”jelasnya.
“ Untuk Pemerintahan Kabupaten Badung sendiri, memang ada sebuah aturan yang mengharuskan para Pemerintah Desa untuk studi tiru keluar daerah Provinsi. Dengan tujuan mengambil inovasi yang bisa diaplikasikan sesuai kebutuhan desa masing-masing,”tutupnya.
Untuk diketahui, selain melihat inovasi desa digital, rombongan Pemerintahan Desa Belok/Sidan juga mengunjungi Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Zalak di RW.11, Dimana KRL Zalak ini pada tahun 2024 saat ini mengikuti kontestasi Program Kampung Iklim tingkat nasional.
** Nay Nuráin









