AKTUALITA.CO.ID _ Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor mengambil langkah strategis guna memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas selama masa libur panjang. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi (Kasie) Pengendalian dan Operasional Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Hengki saat dihubungi Aktualita via telepon cellular. Selasa (9/12/25).
Dadang menyebut, sebanyak 6 posko pengamanan lalu lintas didirikan di beberapa titik wilayah rawan kepadatan dan wisata, serta 350 personel dishub diturunkan untuk siaga penuh. Menurutnya, ratusan personel tersebut akan bekerja dalam pola pembagian waktu yang ketat.
“Kita siapkan 6 posko pengaman dan 350 personil yang akan diturunkan dibagi menjadi 3 shift,” jelas Dadang Hengki.
Lebih lanjut ia mengatakan, Operasi pengamanan Nataru akan berlangsung mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Dishub memastikan personel akan disiagakan selama 24 jam dalam sistem tiga shift untuk memastikan titik-titik rawan kemacetan, khususnya jalur wisata Puncak, tetap terpantau dan terkendali.
” Adapun lokasi posko pengamanan Nataru yang disiapkan ialah Cileungsi, Cigombong, Dramaga, Ciawi, Gadog, dan Cisarua,” paparnya.
Masih kata dia, langkah pengamanan ini dilakukan sebagai respon terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.
” Dengan persiapan matang di enam titik strategis tersebut, Dishub Kabupaten Bogor optimis pengaturan arus lalu lintas dapat berjalan efektif, sehingga masyarakat yang merayakan libur Nataru dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman,” tandasnya.
Sementara, salah satu pemilik warung dijalur Cileungsi – Jonggol Aminah (52) mengatakan, jika menjelang NATARU nanti jalur Cileungsi – Jonggol dipastikan akan padat.
” Tiap tahun baru dan musim liburan jalur ini pasti padet, kadang macet parah. Untung sih buat kami yang berdadang, kalo macet bisa lebih dari 2 jam. Tapi kasian buat yang bawa anak kecil, soalnya macetnya suka parah,” jelas Aminah.
Kadang-kadang, kata dia, petugas juga kewalahan mengatur lalu lintas kalo udah semraut, ” Petugas kadang kewalahan, jadi malah di tonton aja, keseringannya sih begitu,” tutupnya singkat.
(sheila nurullita)









