AKTUALITA.CO.ID – Adanya isu penghapusan anggaran untuk pengecoran jalan menuju askes persiapan Ibu Kota Bogor Timur di Tahun 2026, membuat Wakil Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Fraksi Gerindra, Beben Suhendar meradang.
Beben Suhendar menyebut, adanya isu penghapusan anggaran untuk betonisasi jalan menuju persiapan Ibu Kota Bogor Timur di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor Karena dinas PUPR Kabupaten Bogor bertolak belakang dengan Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
“Saya sampaikan kemarin di rapat anggaran, contohnya begini. Tanggal 26 Bupati akan tanda tangan serah terima lahan 63,8 Hektare di Desa Sukaresmi. Tiba-tiba Kadis PUPR saya tanya, itu berapa anggarannya, tidak bisa jawab. Artinya apa?, Kan bertolak belakang dengan keinginan Bupati” paparnya Beben Suhendar, Sabtu (22/11/2025).
Menanggapi isu tersebut, Lebih lanjut Beben menyampaikan, apabila Tahun 2026 tidak dianggarkan betonisasi jalan akses menuju persiapan Ibu Kota Bogor Timur yang 3,3 KM ( Kilo Meter). Dirinya menegaskan, Kadis PUPR dan jajarannya PUPR semua tidak perlu bersahabat lagi dengan saya, tegasnya dengan nada kesal.
Sementara itu, apabila isu dihapusnya anggaran untuk persiapan Ibu Kota Bogor Timur oleh Pemerintah Kabupaten Bogor itu terjadi. Ketua Umum Presidium Pemekaran Bogor Timur, Alhafiz Rana mengancam akan demo besar-besaran di Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor untuk bisa merealisasikan.
“Kita konsolidasi, ini alarm untuk masyarakat Bogor Timur. Artinya, kita tidak diperhatikan, padahal pajak dari Holcim itu 1 Tahun Bisa 60 sampai dengan 80 Milyar, belum lagi pajak BPHTB,” ucapnya
Lebih lanjut , Alhafiz mengungkapkan, bahwa hari ini Presidium sudah konsolidasi dengan seluruh elemen masyarakat Bogor Timur, untuk mendesak Pemkab Bogor untuk berkomitmen terkait kelanjutan persiapan pusat Ibu Kota Bogor Timur.
“Saya sudah undang ketua-ketua Ormas dan LSM. Pastinya kita minta diperhatikan,” cetusnya.
(Deni Dawer)









