AKTUALITA.CO.ID – Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor resmi mengumumkan kelahiran bayi panda raksasa pertama di Indonesia. Pengumuman bersejarah ini digelar di Istana Panda Taman Safari Bogor, Cisarua, dan dihadiri langsung oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI) Raja Juli Antoni serta perwakilan Pemerintah China.
Menhut RI Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TSI Bogor atas keberhasilan merawat bayi panda raksasa tersebut sejak dilahirkan pada Kamis, 27 November 2025, pukul 17.00 WIB. Ia mengaku terkesan dengan dedikasi dan profesionalisme tim konservasi TSI.
“Bayi panda ini diberi nama Satrio Wiratama oleh Presiden Prabowo Subianto, yang berarti ksatria pemberani, mulia, dan berbudi. Nama yang sangat baik dan penuh makna,” ujar Raja Juli, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, pengumuman kelahiran dilakukan tepat pada hari ke-40 usia bayi panda, yang dinilai selaras dengan tradisi di Indonesia.
“Hari ke-40 dalam tradisi kita merupakan hari yang baik, biasanya menjadi momen perayaan kelahiran maupun peringatan lainnya. Hari ini kita patut berbahagia,” katanya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa kelahiran bayi panda raksasa ini merupakan peristiwa bersejarah bagi Indonesia. Pasalnya, proses untuk mencapai keberhasilan tersebut tidaklah mudah. Pihak TSI Bogor telah melakukan berbagai upaya, termasuk empat kali percobaan perkawinan secara alami.
“Pada akhirnya diputuskan menggunakan Assisted Reproductive Technology (ART) hingga bayi panda ini dapat lahir dengan selamat,” tuturnya.
Menurutnya, kelahiran bayi panda ini diharapkan dapat memperkuat hubungan diplomasi antara Indonesia dan China. Ia mengingatkan bahwa dua ekor panda raksasa yang saat ini berada di TSI Bogor merupakan kiriman Pemerintah China sejak 2017 dalam kerangka kerja sama konservasi satwa.
“Ini bukan hanya soal kelahiran satwa, tetapi juga simbol penguatan hubungan diplomasi Indonesia dan China. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ungkapnya.
Sementara itu, Founder TSI Group Jansen Manansang mengungkapkan rasa syukur atas lahirnya bayi panda raksasa pertama di Indonesia. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan program konservasi yang dijalankan TSI.
“Lahirnya bayi panda pertama di Indonesia ini merupakan simbol keberhasilan konservasi satwa di Tanah Air,” ujar Jansen.
Ia berharap, kehadiran bayi panda yang lahir di Indonesia dapat memberikan dampak positif bagi upaya konservasi panda raksasa dunia, khususnya kerja sama antara Indonesia dan China.
“Capaian ini menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam konservasi panda raksasa dunia, sekaligus menunjukkan keberhasilan TSI dalam menerapkan pendekatan konservasi berbasis sains, disiplin ilmiah jangka panjang, serta standar kesejahteraan satwa berkelas global,” pungkasnya.
(Retza)









