AKTULAITA.CO.ID – Program pembangunan infrastruktur melalui Dana Desa tahun 2025 di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, telah berjalan dengan sukses. Salah satu capaian utamanya adalah betonisasi jalan di lima titik strategis yang kini telah rampung.

Kepala Desa Pasir Angin Ismail HS menyampaikan bahwa pembangunan betonisasi tersebar di lima lokasi, yaitu RT 02/03, RT 01/06, RT 03/06, RT 01/01, dan RT 04/01.
“Alhamdulillah, lima titik betonisasi dari Dana Desa 2025 sudah terealisasi sepenuhnya, dan kini sudah bisa di lalui oleh warga,” kata Ismail kepada aktualita.co.id, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (02/06/25).
Ismail menjelaskan, selesainya pembangunan ini tak hanya menjadi bukti komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat. Sebagai bagian dari tradisi lokal, warga bersama pemerintah desa menggelar tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan.
“Kami adakan syukuran sebagai wujud rasa syukur dan menjaga semangat gotong royong. Tumpengan ini diadakan langsung oleh masyarakat,” jelas Ismail.
Ia menambahkan, sistem pembangunan yang dilakukan secara swakelola bisa berisiko menurunkan partisipasi warga jika tidak dibarengi dengan kegiatan sosial yang menyatukan masyarakat.
“Saat ini swakelola kadang menghilangkan semangat gotong royong. Maka kami buat syukuran agar tetap ada peran warga dan kesadaran untuk menjaga fasilitas yang dibangun bersama,” tegasnya.
“Saya berharap masyarakat dapat terus menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah diwujudkan bersama,” harapnya.
Sementara itu, salah satu warga setempat Firman mengungkapkan apresiasinya terhadap kinerja kepala desa. Ia menyebut, infrastruktur yang telah lama dinantikan kini telah hadir dan sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah, jalan sekarang sudah bagus. Berkat kepala desa, akses jalan yang dilalui warga kini sangat baik. Ini tentu berdampak positif bagi perekonomian warga, apalagi jalan ini sering digunakan untuk usaha, aktivitas sekolah, dan kegiatan harian lainnya,” ungkap Firman.
Ia juga menyambut baik tasyakuran yang digelar, sebagai simbol kebersamaan dan kesadaran bersama dalam menjaga hasil pembangunan.
“Tasyakuran ini bentuk selametan dan terima kasih, karena ini bukti kebersamaan kita untuk terus menjaga dan merawat apa yang sudah dihasilkan,” pungkasnya









