AKTUALITA.CO.ID – Tak hanya di Cina, sejumlah daerah di Indonesia juga rentan terserang pneumonia, yakni penyakit radang paru-paru dan gangguan fungsi paru.
Berdasarkan data Kemenkes, terjadi peningkatan tren pneumonia secara umum di beberapa provinsi setelah pandemi Covid-19 berlalu. Sejak awal tahun, Jawa Barat memiliki kasus terbanyak, namun berangsur-angsur menurun.
Jika dilihat dari insiden per 100 ribu orang, yang paling tinggi insidennya adalah DKI Jakarta, baik infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun pneumonia. Peningkatan ini terjadi saat polusi udara tinggi, yakni sekitar bulan September-Oktober.
Pakar kesehatan dr Miza Afrizal, SpA. BMedSci.MKes menjelaskan, pneumonia biasanya hadir dengan gejala-gejala awal seperti demam disertai nyeri kepala dan tubuh menggigil, batuk tidak berdahak ataupun batuk berdahak dengan cairan mengandung nanah berwarna kekuningan.
Gejala ini, menurut Miza, bisa sangat berat, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Oleh karena itu, orang-orang disarankan melindungi dan menyayangi paru-paru anak dengan melakukan vaksinasi PCV13 dosis lengkap.
Merujuk anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dosis pemberian vaksin PCV13 pada anak sebanyak tiga kali, yakni pada usia 2, 4, dan 6 bulan dan vaksin booster pada usia 12–15 bulan. Selain pada anak, vaksin PCV13 juga direkomendasikan dalam imunisasi dewasa oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) guna melindungi masyarakat dari pneumonia, menurut dokter spesialis penyakit dalam, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc., Sp.PD.
“Orang dewasa termasuk lansia, hanya perlu satu kali vaksinasi seumur hidup. Bila sedang sakit, jangan lupa memakai masker, supaya tidak menularkan ke orang lain,” kata dia dikutip dari RMOL, Kamis (30/11/2023).
Dirga mengingatkan pneumonia termasuk penyakit yang serius dan dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, penting untuk orang-orang menjalani gaya hidup sehat agar imunitas selalu terjaga.
Pneumonia bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Bakteri Streptococcus pneumoniae diketahui adalah bakteri yang menyerang saluran napas dan menyebabkan pneumonia.
Penyakit ini terbentuk dari infeksi akut dari daerah saluran pernapasan bagian bawah secara spesifik memengaruhi paru-paru dan menyebabkan area tersebut dipenuhi oleh cairan, lendir, atau nanah. Kondisi ini bisa membuat penderita mengalami batuk, sesak napas, hingga nyeri di dada pada saat batuk.
Ini merupakan salah satu penyakit invasif yang menyerang paru-paru dan memiliki konsekuensi jangka panjang bagi penderitanya, termasuk menurunnya fungsi kognitif, komplikasi atau kerusakan organ dalam lainnya, dan kerusakan paru-paru.
Penyakit pneumonia sering kali dikaitkan dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Sebagian besar di antara kasus terkonfirmasi adalah orang dewasa usia 45-65 tahun (18 persen) dan anak-anak usia 0-4 tahun (14.4 persen), menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2022.
Di Indonesia, vaksinasi pneumonia diharapkan dapat mencegah serotipe 6A (merupakan serotipe yang mengalami multidrug resistant dan serotipe 19A (serotipe utama penyebab penyakit pneumokokus, serta semakin resisten terhadap antibiotik). Serotipe 19A merupakan serotipe dominan di Indonesia serta menjadi serotipe utama dari 13 serotipe penyebab penyakit pneumokokus.
Menurut berbagai data di negara barat seperti Prancis dan Amerika Serikat, penggunaan vaksin pneumonia berkontribusi dalam menurunkan risiko rawat inap dan kematian akibat pneumonia sebanyak 60 – 80 persen. Manfaat besar dirasakan oleh pasien yang memiliki komorbid dan risiko kesehatan.
** yev/rmol









