AKTUALITA.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kepala BPBD Kabupaten Bogor Ade Hasrat menyampaikan bahwa salah satu kejadian banjir terjadi di wilayah Desa Cijayati dan Desa Bojongkoneng.
Menurut Ade, banjir di Bojongkoneng sempat menjadi perhatian publik karena viral di media sosial. Dalam peristiwa tersebut, sebuah kendaraan terlihat terseret arus air yang cukup deras di kawasan perumahan.
“Banjir itu terjadi akibat saluran air yang tanggulnya jebol, sehingga debit air cukup besar dan masuk ke jalan hingga ke dalam perumahan,” ujar Ade Hasrat, kepada Aktualita.co.id, Kamis (12/2/2026).
Meski begitu, Ade memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut. “Alhamdulillah tidak ada korban, baik luka-luka maupun meninggal dunia,” tegasnya.
Selain itu, BPBD Kabupaten Bogor juga sempat meningkatkan kewaspadaan di wilayah Kecamatan Gunung Putri. Hal ini dilakukan menyusul tingginya debit air kiriman dari hulu Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi.
“Kami standby penuh di Gunung Putri sampai dini hari. Namun hingga sekitar pukul 02.00 WIB, ketinggian air hanya sebatas mata kaki dan tidak sampai masuk ke kawasan perumahan,” jelasnya.
Seiring berjalannya waktu, kata Ade, kondisi air pun berangsur surut. BPBD memastikan tidak terjadi bencana signifikan di wilayah Gunung Putri.
Lebih lanjut, Ade Hasrat menjelaskan bahwa Kabupaten Bogor memiliki banyak wilayah rawan bencana. Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB) BPBD, terdapat 24 kecamatan dari total 40 kecamatan yang masuk kategori rawan.
“Namun berdasarkan data kejadian bencana tahun 2025, seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor atau 40 kecamatan pernah mengalami bencana, meskipun intensitasnya berbeda-beda,” ungkapnya.
Ia menambahkan, wilayah dengan intensitas bencana tertinggi umumnya berada di kawasan selatan Kabupaten Bogor, disusul wilayah Puncak dan sekitarnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi, serta segera melaporkan apabila terjadi potensi bencana di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
(Retza)









