AKTUALITA.CO.ID _ Tindaklanjuti arahan Presiden Jokowi dan sebagai bukti pengabdian kepada Negara, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Agus Harimurti Yudhoyono menggunakan akhir pekannya untuk terjun langsung ke lahan calon relokasi di Sulawesi Utara. Kamis (9/5/24).
Menteri AHY memastikan bahwa lahan calon relokasi sudah memenuhi peruntukan tata ruangnya. Dua pemilik lahan tanah tersebut juga sudah bersedia menyerahkan tanah mereka pada pemerintah. Dengan demikian, pemukiman, fasilitas umum dan fasilitas sosial bagi warga pengungsi segera bisa dibangun oleh Kementerian terkait.
” Lepas dari sini saya harus ke Washington DC memenuhi undangan Bank Dunia untuk berbagi pengalaman dan keberhasil reforma agraria,” ungkapnya kepada Aktualita.co.id

Di Washington DC, sambung Menteri AHY, dirinya diminta berbagi keberhasilan dan pengalaman pemerintahan Presiden Jokowi dalam mempercepat Reforma Agraria. Ini akan disampaikan dalam Global Land Agenda yang puncaknya akan berlangsung pada tanggal 13 Mei.
” Keberhasilan tersebut antara lain akselerasi pemetaan serta pendaftaran bidang tanah yang saat ini mencapai kurang lebih 112 juta bidang tanah. Ini salah satu yang terbesar di dunia,” terangnya.
Selain itu, Menteri AHY juga akan menyuarakan tentang transformasi digital di bidang pertanahan dan tata ruang. Salah satu wujudnya, adalah implementasi Sertipikat Tanah Elektronik. Dengan demikian, sertipikat tanah masyarakat terlindung dari resiko kebakaran, kebanjiran, hilang akibat bencana dan musibah lainnya.

Untuk diketahui, Sebelum masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, pendaftaran bidang tanah baru mencapai sekitar 500.000 bidang tanah per tahun. Dengan percepatan melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN berhasil memetakan serta mendaftarkan bidang tanah rata-rata mencapai 10 juta bidang per tahunnya. Percepatan ini akan terus berlangsung hingga target memetakan dan mendaftarkan seluruh bidang tanah di Indonesia dapat terealisasikan pada tahun 2025.
*Rezza









