AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor terus mengintensifkan program gotong royong dan penghijauan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi bencana, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan kegiatan gotong royong telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, mencakup 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan.
“Kabupaten Bogor memiliki beberapa program rutin, salah satunya gotong royong. Bahkan beberapa hari sebelum Rakornas, kami sudah memberikan imbauan kepada masyarakat agar memasuki bulan suci Ramadan dilakukan bersih-bersih lingkungan masing-masing,” ujar Rudy kepada aktualita.co.id saat melaksanakan Gotong Royong, di Wilayah Kecamatan Babakan Madang. Rabu (4/2/2026).
Selain gotong royong, kata Rudy, Pemkab Bogor juga menjalankan program pembangunan hutan kecamatan. Setiap kecamatan ditargetkan memiliki minimal satu hektare hutan sebagai ruang hijau.
“Sebagian kecamatan sudah membangun hutan kecamatan, dan kecamatan lainnya akan menyusul sesuai dengan ketersediaan lahan,” jelasnya.
Rudy menjelaskan, dari total 40 kecamatan progres program terus dipantau secara rutin.
“Evaluasi dilakukan setiap pekan melalui rapat daring maupun pertemuan langsung yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah. Dan jumlah kecamatan yang siap terus bertambah setiap hari. Program ini kami jadikan program wajib,” tegasnya.
Tak hanya memanfaatkan lahan kecamatan, lanjut Rudy, Pemkab Bogor juga mengoptimalkan aset tanah milik daerah untuk penghijauan. Di antaranya lahan di ruas Jalan Bojong, Kecamatan Kemang, tanah di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, serta lahan PSU seluas 48 hektare yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah.
Ia juga mengungkapkan, Pemkab Bogor juga menerima dukungan lahan dari PTPN seluas 24 hektare dan 9 hektare untuk ditanami. Bahkan, Sentul City kembali menyerahkan lahan seluas 15 hektare yang akan dijadikan kawasan hutan.
“Kami berupaya setiap hari harus ada pohon yang ditanam di Kabupaten Bogor,” kata Rudy.
Menurutnya, Untuk kegiatan gotong royong tidak hanya terpusat di Babakan Madang. Ia menyebutkan TNI melaksanakan gotong royong di beberapa titik, sementara Dinas Pendidikan menggerakkan gotong royong bersama siswa-siswi di sekolah masing-masing.
“Gotong royong sebenarnya telah dimulai sejak Januari, sekitar dua hingga tiga minggu sebelum memasuki bulan suci Ramadan nanti. Fokus utama diarahkan pada normalisasi saluran air di tingkat desa,” jelasnya.
“Kami menginstruksikan pemerintah desa untuk fokus membersihkan dan menormalisasi saluran air, agar saat intensitas hujan tinggi tidak terjadi banjir. Harapannya masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang,” pungkasnya.
Retza









