AKTUALITA.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana mengoptimalkan pemanfaatan bus sekolah yang selama ini belum beroperasi secara maksimal dengan menjadikannya sebagai angkutan perintis pada Koridor 3 dan 4.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan kajian terkait skema pengelolaan armada tersebut. Opsi yang dipertimbangkan antara lain pengelolaan oleh Dinas Perhubungan atau melalui Perumda Transportasi Pakuan.
“Sedang kita kaji, apakah nanti pengelolaannya oleh Dinas Perhubungan atau oleh Perumda Transportasi Pakuan. Ini akan menjadi perintis untuk Koridor 3 dan 4,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Saat ini, kata Dedie, Pemkot Bogor melalui Dinas Perhubungan memiliki total delapan unit armada, terdiri dari empat bus sekolah dan empat bus wisata Uncal. Berdasarkan hasil pengecekan, seluruh unit dalam kondisi baik dan layak jalan sehingga siap untuk dioptimalkan.
Menurutnya, langkah ini menjadi salah satu terobosan di tengah adanya pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp300 miliar yang berdampak pada kemampuan pembiayaan pemerintah daerah.
“Tentu harus ada terobosan pemanfaatan untuk bus-bus yang selama ini belum optimal operasionalisasinya, terutama agar masyarakat yang belum terjangkau transportasi memadai bisa terlayani. Kita coba manfaatkan untuk Koridor 3 dan 4. Ini masih dalam kajian, karena kita lihat kondisi unitnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemkot Bogor bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) akan menghitung langkah strategis guna memaksimalkan fungsi sarana transportasi umum tersebut.
Dedie menegaskan, pemanfaatan armada yang ada menjadi pilihan realistis di tengah keterbatasan anggaran. Pasalnya, jika tidak digunakan, bus-bus tersebut justru berpotensi mengalami kerusakan.
“Karena pemotongan TKD Rp300 miliar tentu ada komponen pembiayaan yang hilang. Sudah tidak mungkin lagi kita pelihara dari TKD, sehingga harus kita pikirkan. Kalau didiamkan, justru akan rusak. Ini bukan merugikan, tapi justru bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” tegasnya.
(Retza)









