AKTUALITA.CO.ID – Psikiater dari Pusat Kesehatan Jiwa Nasional mengungkap adanya risiko jika calon legislatif (caleg) tak memiliki goal atau tujuan yang jelas.Pasalnya acapkali para caleg habis-habisan demi menduduki posisi yang diinginkannya.
“Kalau caleg mencalonkan diri tapi tujuannya tidak jelas, kemudian kalah, pasti kecewa berat,” kata Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Nova Riyanti Yusuf dikutip dari CNN, Rabu (13/12/2023).
Rentannya caleg alami gangguan mental berkaca dari kasus sebelumnya, kata perempuan yang disapa Noriyu ini. Banyak pasiennya yang merupakan caleg gagal, jatuh dalam lilitan utang. Mereka pun kecewa berat hingga akhirnya depresi dan berupaya bunuh diri.
Tak dipungkiri tak sedikit caleg yang mencalonkan diri hanya demi dapat kekuasaan, meski akhirnya kalah. Dengan tujuan yang baik, atau benar-benar ingin berjuang untuk negeri, menurut Nova, akan memperkecil kemungkinan masalah mental yang dialami.
Ketika caleg kemudian gagal, mereka mengatakan bahwa tak bisa menerima kekalahannya. Beberapa dari mereka bahkan berobat ke psikiater.
Bahkan, tidak hanya caleg yang berobat, namun keluarga hingga tim sukses mereka juga tak jarang yang turut mengalami stres hingga gangguan kesehatan mental akibat kekalahan tersebut.
“Semua kembali ke intensi atau tujuan dari calegnya, kalau intensinya memang kompetisi sehat, tujuannya jelas, punya visi-misi dan lain sebagainya, saat kalah atau menang itu akan sama seperti di kontestasi lainnya,” Nova menjelaskan.
Mempersiapkan mental sebelum dan sesudah terjun ke dunia politik adalah modal utama bagi para pemimpin dan calon legislatif. Menanamkan dalam jiwa untuk siap kalah adalah sebuah keharusan.
Noriyu menganjurkan para caleg untuk mempersiapkan mental sematang mungkin untuk mengikuti dinamika Pemilu 2024 yang akan datang.
Hingga saat ini, sejumlah rumah sakit di berbagai daerah juga telah menyiapkan berbagai kamar dan layanan untuk menangani caleg gagal pada pesta demokrasi mendatang.
** yev/cnn









