AKTUALITA.CO.ID – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak perempuan untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menjaga keamanan lingkungan pendidikan, khususnya lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Ajakan tersebut disampaikan saat berdialog dengan tokoh perempuan se-Priangan Timur, Jumat (19/6/2026) lalu.
Dalam kesempatan itu, Arifah menyoroti maraknya kasus kekerasan, termasuk kekerasan seksual, yang melibatkan oknum di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memunculkan stigma negatif terhadap lembaga pendidikan keagamaan secara umum apabila tidak segera ditangani.
”Karena itu, mari kita bersama-sama mengembalikan lembaga pendidikan berbasis keagamaan sebagai tempat terbaik untuk mendidik dan membentuk karakter anak-anak kita,” ujar Arifah.
Ia menegaskan pemerintah terus melakukan berbagai langkah pencegahan dan penanganan kasus kekerasan melalui kerja sama lintas kementerian. Salah satu upaya yang tengah disusun adalah standar operasional prosedur (SOP) pencegahan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.
Menurut Arifah, Kementerian PPPA telah menjalin sinergi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk membangun sistem perlindungan yang lebih kuat bagi perempuan dan anak, baik di lingkungan keluarga maupun pendidikan.
Selain itu, Arifah mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan. Orang tua, katanya, perlu memberikan edukasi sejak dini mengenai batasan tubuh dan hak anak atas ruang aman agar mereka mampu mengenali tindakan yang tidak semestinya serta berani melapor apabila mengalami kekerasan.
”Anak harus memahami bahwa ada bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain. Dengan pengetahuan tersebut, mereka akan lebih mampu menjaga diri dan menyampaikan kepada orang tua jika mengalami tindakan yang tidak semestinya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua II Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Romlah Widiyati, menekankan pentingnya penerapan tujuh prinsip dalam Islam yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat, yakni menjaga akal, jiwa, keturunan, kehormatan, agama, harta, dan lingkungan.
Menurut Romlah, penerapan nilai-nilai tersebut akan menjadi dasar terciptanya masyarakat yang aman, harmonis, dan religius, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan zaman.
”Apabila masyarakat menjalankan nilai-nilai kebaikan tersebut, insyaallah keberkahan akan hadir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.
(Deni Supriadi)
AKTUALITA.CO.ID – Kepala sekolah Tintin Rondasih membantah tudingan yang beredar di media sosial TikTok terkait adanya pungutan biaya kegiatan ekstrakurikuler di SDN Nyalindung yang berlokasi di Desa Mampir,...
Read more









