AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 17 September 2025 telah mencapai 77,51 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Bappenda Kabupaten Bogor Adi Mulyadi mengungkapkan bahwa capaian ini sudah sesuai dengan proyeksi, namun upaya maksimal tetap dilakukan agar pendapatan tidak hanya mencapai target, melainkan dapat melampauinya.
“Jika melihat persentase pencapaian PAD sampai September, sudah sesuai target. Namun demikian, upaya untuk meningkatkan terus dilakukan, sehingga harapannya capaian PAD bisa melampaui target yang telah ditetapkan,” ujar Adi, kepada Aktualita.co.id, Sabtu (20/09/25).
Dari total PAD yang berhasil dihimpun, sektor pajak daerah menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai 72,83 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pajak masih menjadi tulang punggung utama pendapatan daerah.
Meski capaian cukup menggembirakan, Bappenda masih menghadapi beberapa kendala, diantaranya yaitu Belum optimalnya regulasi dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah. Keterbatasan SDM yang memiliki kompetensi khusus seperti juru sita, pemeriksa, dan penilai pajak.
“Kemudian Data pajak dan retribusi daerah yang belum sepenuhnya akurat dan optimal, Dan Belum terintegrasinya data pajak dengan sistem perizinan,” papar Adi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Adi mengatakan Pemkab Bogor menyiapkan empat strategi, yang pertama adalah pemantapan regulasi dan pedoman pelaksanaan pajak serta retribusi.
“Yang kedua peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan khusus perpajakan. Yang ketiga pemutakhiran data berkala dengan memadankan NPWPD dengan NIK maupun NIB, dan yang ke empat pengintegrasian data perpajakan dengan sistem perizinan daerah,” ungkapnya.
Selain itu, Bappenda Kabupaten Bogor juga menghadirkan berbagai inovasi guna mendukung optimalisasi PAD, seperti perluasan kanal pembayaran pajak melalui bank pemerintah, swasta, hingga e-commerce dan dompet digital (BRI, BJB, Alfamart, Indomaret, Tokopedia, OVO, Traveloka, Blibli, QRIS, Virtual Account, dan lainnya).
“Bukan hanya itu ada juga inovasi lainnya seperti pelayanan pajak berbasis online, integrasi sistem perpajakan dengan perizinan berbasis data spasial, pemasangan alat monitoring transaksi untuk wajib pajak di sektor hotel, restoran, dan parkir, dan Relaksasi pajak daerah untuk meringankan beban wajib pajak,” tuturnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Adi optimistis PAD Kabupaten Bogor tahun ini bisa tercapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
“Target pendapatan tahun ini tidak hanya ingin tercapai, tetapi juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” tegasnya.
(Rezza)









