AKTUALITA.CO.ID — Suasana haru menyelimuti SDN Polisi 4 Kota Bogor saat pengambilan rapor semester. Tangis Adylla siswi kelas V pecah dalam pelukan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang hadir langsung menggantikan peran ayahnya yang telah meninggal dunia.
Dengan wajah berseri, Adylla menyambut kehadiran Dedie Rachim di sekolahnya. Keduanya kemudian duduk bersama menunggu giliran pengambilan rapor, layaknya hubungan ayah dan anak pada umumnya.
Dedie Rachim mengungkapkan bahwa pengambilan rapor Adylla menjadi agenda pertama yang ia lakukan pada hari itu. Menurutnya, kehadiran seorang figur ayah, meski hanya sesaat memiliki makna yang sangat besar bagi perkembangan emosional anak.
“Saya mengambil rapor ini untuk mengisi relung hati Adylla, agar paling tidak satu kali dalam hidupnya ada sosok ayah yang mengambilkan rapor dan mendengarkan langsung perkembangan akademisnya dari guru,” ujar Dedie Rachim, Jumat (19/12/25).
Momen penuh emosi pun tak terhindarkan. Usai rapor diterima, air mata Adylla menetes dan ia langsung memeluk Dedie Rachim. Rangkulan hangat pun dibalas, membuat suasana kelas dipenuhi rasa haru. Dedie tampak mengusap kelopak matanya yang berkaca-kaca, sembari mendengarkan penjelasan guru mengenai prestasi Adylla.
“Saya mendengarkan tadi, ternyata Adylla adalah siswi berprestasi,” tuturnya dengan nada bangga.
Diketahui sebelumnya, Adylla sempat mengirim pesan langsung kepada Dedie Rachim, memohon agar rapornya dapat diambilkan karena sang ayah telah tiada. Pesan sederhana itu menyentuh hati sang wali kota hingga akhirnya ia hadir langsung ke sekolah.
Kehadiran Dedie Rachim juga merupakan bagian dari implementasi Surat Edaran (SE) Wali Kota Bogor Nomor 100.3.2/6957-DPPKB Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah. SE tersebut merupakan turunan dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025.
“Turunan dari edaran BKKBN ini salah satu programnya meminta para kepala daerah mengeluarkan imbauan kepada para ayah untuk mengambil rapor anak di sekolah. Hal ini dilatarbelakangi adanya indikasi fatherless, di mana peran ayah berkurang dalam tumbuh kembang anak-anak kita,” jelasnya.
Ia pun berpesan agar para ayah meluangkan waktu untuk terlibat aktif dalam kehidupan anak, termasuk melalui momen sederhana seperti pengambilan rapor.
“Sebab seorang ayah memiliki peran penting dalam keluarga agar tidak terjadi fatherless. Kehadiran ayah sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang seorang siswa,” tegasnya.
Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah sendiri merupakan bagian dari program unggulan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak serta mengatasi fenomena minimnya peran ayah di Indonesia.
Selama ini, pengambilan rapor lebih sering dilakukan oleh ibu, sehingga inisiatif ini mendorong kehadiran ayah secara langsung sebagai bentuk dukungan emosional terhadap anak.
Dalam pelaksanaannya, para ayah yang mengikuti gerakan ini juga diberikan dispensasi keterlambatan kerja sesuai dengan ketentuan di masing-masing instansi atau perusahaan.
Kepala SDN Polisi 4 Nurul Nur Hidayah menyambut baik kebijakan tersebut. Ia mengatakan, sebelum adanya surat edaran pengambilan rapor didominasi oleh para ibu.
“Setelah adanya edaran dari pusat dan Pemerintah Kota Bogor, kami aktif melakukan sosialisasi. Alhamdulillah, banyak ayah yang menyempatkan hadir. Tadi saya lihat di kelas-kelas, cukup banyak ayah yang datang, yang sebelumnya jarang terjadi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para siswa yang merasa bangga dan bahagia karena didampingi langsung oleh ayah mereka.
Termasuk Adylla, siswi kelas V A yang dikenal berprestasi, yang rapornya diambil langsung oleh Wali Kota Bogor bersama sang istri, Yantie Rachim.
“Pak Wali masuk langsung ke kelas untuk mengambil rapor Adylla. Beliau juga menanyakan kondisi dan perkembangan Adylla. Ini menjadi momen yang sangat berkesan,” ungkapnya.
Menurutnya, surat edaran tersebut sangat baik dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama dalam mempererat ikatan emosional antara ayah dan anak.
“Banyak ayah yang pulang malam dan jarang bertemu anak. Ketika ayah hadir mengambil rapor, anak merasa bangga, apalagi jika didampingi ibunya. Ini dampak yang luar biasa,” tutupnya.
(Retza)









