AKTUALITA.CO.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menegaskan proses pemetaan minat dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan mulai dilaksanakan pada akhir Mei 2026.
Tahapan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, maupun MA.
Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, penginputan peminatan untuk SPMB Sekolah Manusia Unggul (Maung) dijadwalkan dimulai pada 25 Mei 2026, sedangkan SPMB reguler dimulai pada 29 Mei 2026.
“Target kita, penginputan peminatan yang akan berlangsung dari tanggal 25 Mei untuk Sekolah Maung dan 29 Mei untuk sekolah reguler itu semuanya sudah bisa diinput oleh anak-anak kita di tiap kabupaten/kota,” ujar Purwanto di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Bandung. Kamis (14/05/26).
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh lulusan SMP dan MTs di Jabar sudah terdata untuk melanjutkan pendidikan pada pertengahan Juni 2026.
Berdasarkan data Disdik Jabar, kata Purwanto, jumlah lulusan SMP dan MTs tahun ini mencapai 826.996 siswa. Sementara itu, total daya tampung SMA, SMK, dan MA di Jawa Barat mencapai 909.183 siswa.
“Dari sisi daya tampung sebenarnya tidak ada masalah. Kalau semuanya masuk ke SMA, SMK, dan MA, itu akan tertampung,” katanya.
Meski begitu, ia menilai tantangan utama dalam pelaksanaan SPMB bukan hanya persoalan kuota sekolah, tetapi juga pemetaan minat siswa, distribusi peserta didik, faktor jarak, hingga keberlanjutan pendidikan siswa di masing-masing daerah.
Sebagai langkah antisipasi, Disdik Jabar menyiapkan sistem pemetaan minat melalui akun digital bagi seluruh lulusan SMP dan MTs. Distribusi akun digital dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 22 Mei 2026.
“Semua 826 ribu lulusan di Jawa Barat ini harus mempunyai akun masing-masing,” tegasnya.
Purwanto juga meminta seluruh pihak, mulai dari dinas pendidikan kabupaten/kota, kepala cabang dinas, kepala sekolah, pengawas sekolah, hingga Kementerian Agama untuk aktif membantu proses penginputan data siswa agar pelaksanaan SPMB berjalan lancar.
Untuk memperkuat koordinasi, Disdik Jabar akan membentuk Team Management Office (TMO) di setiap kabupaten/kota.
“TMO ini untuk memastikan bahwa tim efektif kita bekerja dengan baik di tingkat kabupaten/kota” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, Mardi Wibowo mengapresiasi langkah Disdik Jabar dalam memperkuat koordinasi pelaksanaan SPMB 2026.
“SPMB ini perlu kita jaga karena merupakan titik awal layanan kita dalam memberikan rasa keadilan kepada masyarakat,” ujar Mardi.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan SPMB tidak hanya ditentukan oleh regulasi yang baik, tetapi juga koordinasi, komunikasi, dan komitmen seluruh pihak dalam menjaga integritas proses penerimaan siswa baru.
“Saya percaya, di bawah pimpinan Pak Kadis, insya Allah pelaksanaan SPMB di Provinsi Jawa Barat bisa berlangsung jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.
(Retza)









