AKTUALITA.CO.ID _ Ratusan warga Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor melakukan aksi protes kepada kebijakan Kepala Desa Bojong Kulur Firman Riansyah beberapa hari lalu, sehingga mengakibatkan tuntutan untuk kepala desa agar mengundurkan diri.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa Bojong Kulur, Takih mengatakan, tuduhan yang disampaikan oleh warga terkait adanya penyalahgunaan anggaran Tol Japek 2 itu tidak benar adanya. Ia menyebut, apa yang menjadi tuduhan itu sudah dipatahkan dengan terbitnya surat dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor.
“Kita sebagai pemerintahan mempersilahkan warga jika ingin menyuarakan aspirasinya jika ada ketidakpuasan terhadap kinerja Pemerintahan Desa Bojong Kulur yang digawangi oleh Kades Firman. Hanya saja, tuntutan itu harus searah dan sesuai dengan kondisi yang ada,” ungkap Takih kepada Aktualita.co.id. Selasa (23/9/25).
Menurutnya, semua berawal dari soal amil, dan itu sudah diselesaikan. Kemudian, tuduhan merambah ke proyek Tol Japek. Lebih lanjut Takih mengatakan, sebagai bagian dari tim Tol Japek saat itu dirinya berani menjamin jika tidak ada keterlibatan kades dalam penerimaan uang soal tol tersebut, dan hal itu sudah terbantahkan dengan adanya surat dari BPKAD soal lahan fasos-fasum.
“ Tuduhan itu kurang tepat, alhamdulilah dengan adanya kisruh kemarin, pihak BPKAD dengan gercep mengeluarkan surat soal fasos fasum dan pergantian Tol Japek. Intinya, kita welcome kepada siapapun yang ingin menyampaikan aspirasinya, asal tidak menduga-duga melainkan dengan data,” kata Takih.
Sementara, salah satu warga RW 18 SN (35) mengatakan, Semua tuduhan pendemo fitnah, dirinya meyakini kepala desa tidak bersalah, karena waktu pembebasan ia mengikuti dari awal sampai selesai.
“Kemarin saya komunikasi dengan pihak PPK untuk minta surat tersebut di atas. Dan mudah-mudahan surat tersebut bisa menguatkan pak kades dari tuduhan-tuduhanan pendemo,” tukasnya.
“ Saya sangat yakin dan percaya dengan kades, karena saya mengabdi dilingkungan dari RT tahun 2014 sampai sekarang di RW18. Pak kades tidak pernah aneh-aneh apalagi yang namanya pegang proyek dll. Begitu juga masalah pembebasan tol tidak terlibat, dan selama bapak mengabdi selalu transparan,” bebernya. Dirinya berharap Bupati Bogor segera menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut, “Semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik buat bapak dan Desa Bojong Kulur,” tutupnya.
(ns)









