AKTUALITA.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Bogor H. Beben Suhendar menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi energi baru ramah lingkungan karya anak bangsa berupa bahan bakar nabati BOBIBOS (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos). Ia menilai, kehadiran BOBIBOS menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
“Saya merasa bangga dengan hadirnya BOBIBOS yang baru saja diluncurkan di Jonggol, Kabupaten Bogor. Ini harus disampaikan kepada Bupati Bogor sebagai bahan bakar alternatif untuk menekan biaya operasional,” ujar Beben kepada Aktualita.co.id, Senin (03/11/25).
Menurutnya, inovasi tersebut merupakan wujud nyata dari semangat dan konsistensi anak negeri dalam berkreasi untuk bangsa. Ia pun memberikan apresiasi khusus kepada Dr. H. Mulyadi penggagas BOBIBOS, yang dinilainya berhasil menghadirkan solusi energi berkelanjutan di tengah tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) konvensional.
“Pertama tentu kita salut kepada Pak Mulyadi yang konsisten berinovasi untuk bangsa Indonesia. Terkait BBM BOBIBOS, patut kita hargai. Kalau hari ini sudah diproduksi massal, saya akan langsung mengganti bahan bakar kendaraan saya ke BOBIBOS,” tegasnya.
Beben menambahkan, bahan bakar BOBIBOS memiliki keunggulan tersendiri, salah satunya aroma khas yang tidak menyengat. Berdasarkan paparan yang disampaikan tim BOBIBOS, produk tersebut dinilai layak digunakan dan aman bagi mesin kendaraan.
Ia pun berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor khususnya turut memberikan perhatian dan dukungan terhadap karya inovatif dari warganya sendiri. “Karena ini produk anak negeri, apalagi dari Jonggol, Kabupaten Bogor. Jadi sudah sepatutnya kita dukung penuh,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, H. Beben berkomitmen akan menyampaikan hasil inovasi ini kepada Bupati Bogor dan Ketua DPRD agar dapat dipertimbangkan untuk diimplementasikan secara luas.
“Saya juga akan sampaikan ke rekan-rekan DPRD dan pihak eksekutif terkait hal ini. Karena selain harganya terjangkau, kualitasnya juga bagus. Jika nanti sudah siap produksi massal, saya pastikan akan menjadi pengguna pertama sebagai contoh di Kabupaten Bogor,” pungkasnya. (Rz)









