AKTUALITA.CO.ID – Sebuah talkshow kolaboratif bertema keberlanjutan lingkungan dan solusi banjir digelar di Cluster Huckleberry, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (31/05/25).
Acara ini menjadi momentum penting dalam peluncuran Program Kampung Ramah Lingkungan (KRL), 1.000 Lubang Biopori, dan panen lele oleh komunitas KRL Hero di wilayah Griya Mitra Residence (GMR).
Talkshow dipimpin oleh Ketua KRL Hero sekaligus Ketua RW 09 Cluster Huckleberry Joko Priatmpono dengan dihadiri berbagai pihak penting.
“Alhamdulillah, dihadiri lengkap oleh unsur-unsur yang kami undang. Saya ucapkan terima kasih kepada semua yang hadir, terkhusus Pak Dewan Fathoni yang tidak hanya hadir, tapi ikut membantu menginisiasi serta menghadirkan pihak dinas,” ujar Joko dalam sambutannya.
Diskusi yang berlangsung hangat ini membahas berbagai rencana program dan usulan penanganan banjir di kawasan GMR. Pihak pengembang mengungkapkan bahwa kolam retensi seluas 1 hektar dengan kedalaman 3 meter telah dibangun.
Namun, tantangan utama masih besar karena kiriman air dari wilayah kampung yang lebih tinggi mencapai 50.000 kubik, melebihi kapasitas tampung yang ada. Ditambah lagi, saluran pembuangan masih kecil dan belum memadai.
Ketua Forum Kampung Ramah Lingkungan (FKRL) Amin menekankan pentingnya kesadaran warga dalam mengelola sampah dan menata lingkungan. Ia menggarisbawahi urgensi memperbanyak lubang biopori untuk meningkatkan daya serap air hujan ke tanah.
“Air dari kampung atas memang sejak dulu mengalir ke kawasan ini. Maka perlu ada normalisasi saluran lama dan sodetan baru agar tidak semua air mengalir ke GMR,” ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan Kecamatan Cileungsi Saiful menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pengembang dan dinas terkait dalam menangani banjir di GMR. “Saya mengapresiasi kepada Achmad Fathoni atas kepeduliannya terhadap isu lingkungan,” cetusnya.
Di tempat yang sama, Nina dari DPKPP menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan lapangan secara lebih detail, termasuk memetakan kaitannya dengan perumahan di sekitarnya. “Ini perlu pelibatan instansi lain seperti DPUPR dan Bappedalitbang untuk tindak lanjut,” ungkapnya.
Disisi lain, Anggota DPRD Achmad Fathoni menekankan bahwa solusi lingkungan seperti banjir memerlukan kolaborasi semua pihak.
“Saya bahagia karena kegiatan ini diinisiasi oleh warga melalui KRL Hero. Saya ucapkan terima kasih kepada DPKPP, Kecamatan, Pemdes, dan pengembang. Ini adalah modal utama untuk menyelesaikan permasalahan banjir,” kata Fathoni.
Ia juga menginstruksikan agar dilakukan peninjauan lapangan untuk mendapatkan data yang lebih akurat. “Saya siap ikut turun langsung sebagaimana saya lakukan sebelumnya bersama Pak Kabid Dede di Situsari. Saya juga ingatkan bahwa saluran air yang dulunya sudah ada sebelum pembangunan perumahan harus dikembalikan sesuai ukuran dan lokasi semula. Penyerobotan dan pengalihan saluran bisa dikategorikan pelanggaran hukum,” tegasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan drop box dari Achmad Fathoni untuk KRL Hero sebagai dukungan terhadap pengelolaan sampah, serta peluncuran resmi program pembuatan 1.000 lubang biopori di kawasan GMR.
Dengan sinergi antara warga, pemerintah, pengembang, dan legislatif, diharapkan langkah-langkah nyata untuk mengatasi banjir dan menjaga lingkungan dapat segera terealisasi di wilayah Cileungsi.









