AKTUALITA.CO.ID — Bakal calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor periode 2026–2031, Hilal Firmansyah, mendeklarasikan pencalonannya dalam agenda deklarasi pemenangan yang digelar di Hotel Horizon Sayaga, Cibinong, Kabupaten Bogor Senin (10/08/26).
Hilal mengatakan, keputusannya untuk maju dalam pemilihan Ketua Kadin Kabupaten Bogor tidak terlepas dari dorongan sejumlah rekan sejawat dan pelaku dunia usaha.
“Awalnya dari diskusi kecil dengan beberapa teman-teman. Terus akhirnya teramplifikasi. Dorongan teman-teman yang semakin membesar itu akhirnya mendorong saya untuk maju menjadi calon ketua Kadin,” ujar Hilal.
Ia mengungkapkan, sejauh ini dukungan telah datang dari sekitar 12 asosiasi. Namun, Hilal menyadari bahwa dalam proses pemilihan Kadin, suara tidak hanya ditentukan oleh asosiasi atau Anggota Luar Biasa (ALB), melainkan oleh anggota yang memiliki hak suara.
“Sampai saat ini sudah ada kurang lebih 12 asosiasi. Cuma untuk voter Kadin itu bukan organisasi ALB-nya, tetapi anggotanya. Kita harapkan nanti ketika sudah bisa menjalin komunikasi dengan ALB-ALB yang ada di Kadin Kabupaten Bogor, mudah-mudahan masing-masing ALB bisa mengomunikasikannya kepada anggotanya,” katanya.
Dalam pencalonannya, Hilal membawa visi untuk menjadikan Kadin Kabupaten Bogor sebagai organisasi yang lebih inklusif, modern, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, Kadin memiliki posisi strategis karena merupakan organisasi dunia usaha yang memiliki payung hukum.
“Visi saya adalah Kadin ke depan ini harus inklusif, merangkul semua. Terus lebih modern juga karena kita harus mampu beradaptasi dengan zaman sekarang, dengan zaman yang serba teknologi,” ujarnya.
Bukan cuma itu, Ia menilai salah satu pekerjaan penting Kadin ke depan adalah meningkatkan kapasitas dan kemampuan para pelaku usaha, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.
Ia mengatakan, banyak pelaku usaha di Kabupaten Bogor yang masih membutuhkan peningkatan kapasitas agar mampu berkembang dan naik kelas.
“Kita harapkan ke depan ada peningkatan kapasitas atau kemampuan dari dunia usaha. Kita masih banyak teman-teman pelaku usaha di sektor mikro dan kecil yang mereka butuh di-upscale dan di-upgrade,” katanya.
Hilal juga menyoroti kepemimpinan Kadin Kabupaten Bogor sebelumnya yang dinilai banyak berasal dari kalangan perusahaan sektor konstruksi. Menariknya, Hilal sendiri memiliki latar belakang di sektor konstruksi.
“Kenapa selalu didominasi oleh sektor konstruksi? Karena memang ini masalah voter. Konstruksi memiliki basis massa yang riil yang akhirnya bisa dimobilisasi,” jelasnya.
“Tapi Ke depan itu tidak bisa seperti itu. Siapapun ketuanya tidak bisa hanya berpikir satu rumpun atau sektor usaha saja. Kadin itu wadah untuk semua,” katanya.
Hilal menambahkan, kondisi dunia usaha saat ini juga menuntut adanya kolaborasi yang lebih kuat antar-pelaku usaha. Menurutnya, pelaku usaha tidak bisa lagi berjalan sendiri maupun bergantung kepada satu pihak tertentu.
“Apalagi dengan situasi yang sekarang kita alami, kita tidak lagi bisa menggantungkan usaha kita kepada pihak manapun. Jadi pelaku usahanya ini yang harus saling berinteraksi, saling beririsan, saling bahu-membahu, saling support,” pungkasnya. (Retza)









