AKTUALITA.CO.ID – Upaya pencarian korban pascabanjir bandang yang melanda Sumatra Barat serta sejumlah wilayah di Sumatra Utara dan Aceh masih terus dilakukan hingga hari ini.
Diketahui, Banyak warga dilaporkan hilang dan tertimbun material longsor maupun reruntuhan bangunan. Tim Rescue Indonesia CARE yang tergabung dalam potensi SAR pun terus bekerja tanpa henti di berbagai titik bencana.
Informasi tersebut disampaikan Jaringan Relawan Indonesia CARE Mohammad Syahri saat menggelar layanan kesehatan gratis dan aksi penggalangan donasi di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (30/11). Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung para penyintas bencana di Sumatra serta di lokasi erupsi Semeru.

“Tim Relawan Indonesia CARE di Sumatra Barat dan Semeru sudah turun langsung ke lokasi. Kondisinya masih sangat memprihatinkan. Di Sumatra Barat, tim rescue bahkan masih menemukan korban luka di antara reruntuhan bangunan dan timbunan longsor meski sudah beberapa hari pascabencana. Masih banyak juga warga yang hilang,” jelas Syahri, Senin (01/12/25).
Sementara itu, Ketua Cabang Indonesia CARE Sumatra Barat sekaligus anggota tim Rescue Ronal Adithia Pratama membenarkan kondisi tersebut. Ia bersama Basarnas, BPBD, serta potensi SAR lainnya masih berfokus pada pencarian korban di sejumlah titik terdampak.
“Kami bertugas di Jorong Pincuran Tujuh, Nagari Batipuh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Ada empat rumah yang tertimbun dan hancur. Empat korban sudah ditemukan dalam kondisi terluka, satu lainnya masih hilang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bencana banjir bandang atau gelado juga melanda Kota Padang, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan. Puluhan titik mengalami kerusakan parah dan beberapa jalur utama provinsi dilaporkan terputus. “Indonesia CARE menerjunkan dua relawan rescue di Sumatra Barat untuk bergabung dalam operasi SAR di bawah komando Basarnas,” katanya.
Sementara itu, di Jakarta, relawan Indonesia CARE melakukan penggalangan dukungan melalui layanan kesehatan gratis dan donasi kemanusiaan di CFD Sudirman. Dipimpin Komandan Relawan Mohammad Syahri yang akrab disapa Bang Choy, mereka membuka layanan pemeriksaan kesehatan dasar, termasuk pengecekan tekanan darah dan konsultasi kesehatan ringan.
Bang Choy menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menggalang donasi, tetapi juga mengajak masyarakat Jakarta memperkuat kepedulian sosial terhadap para penyintas bencana.
“Tim kami masih berada di lokasi-lokasi bencana. Situasi masih tanggap darurat dan dukungan dari relawan serta masyarakat sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia berharap aksi ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk solidaritas masyarakat Indonesia. “Semoga semakin banyak yang tergerak membantu. Saudara-saudara kita di Sumatra dan Semeru masih membutuhkan uluran tangan kita,” ucapnya.
Disisi lain, masyarakat tampak antusias. Salah satu peserta CFD Sofi mengaku terbantu dengan layanan tersebut.
“Alhamdulillah, saya senang bisa periksa tensi lewat Indonesia CARE. Biasanya saya harus ke puskesmas dulu. Sekarang bisa sambil sekalian beramal untuk korban bencana,” tuturnya.
Indonesia CARE membuka kanal donasi melalui rekening BSI 7000-555-292 a.n. Indonesia Cepat Aktif Responsif dan Empati. Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada para penyintas melalui program-program bantuan kemanusiaan.
M. Retza Apit









