AKTUALITA.CO.ID – Dunia teknik metalurgi Indonesia kembali mencatatkan inovasi penting. Dr. Ir. Sabandi Ismadi, ST, MSi, IPU, ASEAN Eng berhasil mengembangkan Blocking System sebuah metode inovatif dalam proses Post Weld Heat Treatment (PWHT) atau perlakuan panas pasca-pengelasan untuk menyambungkan dua logam dengan karakteristik berbeda (dissimilar metal).
Inovasi tersebut merupakan hasil penelitian doktoral Sabandi Ismadi di Departemen Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia. Teknologi yang dikembangkan ini juga telah resmi didaftarkan sebagai paten sederhana di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Sabandi Ismadi yang juga merupakan pendiri sekaligus CEO SaVa Group mengembangkan teknologi tersebut untuk menjawab tantangan yang selama ini dihadapi dalam proses pengelasan logam berbeda jenis, seperti baja karbon (carbon steel) dan baja tahan karat (stainless steel).
“Dalam praktik industri, penyambungan dua jenis logam ini menjadi persoalan karena masing-masing membutuhkan perlakuan panas yang berbeda setelah proses pengelasan,” ujarnya.
Menurutnya, Baja karbon memerlukan proses pendinginan secara perlahan agar tidak mengalami keretakan (cracking). Sebaliknya, baja tahan karat membutuhkan pendinginan yang cepat untuk mencegah terjadinya sensitisasi (sensitization), yaitu kondisi yang dapat menurunkan ketahanan logam terhadap korosi.
Pada metode konvensional, perbedaan kebutuhan tersebut sulit dipenuhi secara bersamaan tanpa mengurangi kualitas salah satu material.
Melalui Blocking System, Dr. Sabandi Ismadi merancang sistem yang mampu mengendalikan distribusi panas secara lokal pada area sambungan las, sehingga kedua jenis logam dapat memperoleh perlakuan panas sesuai karakteristiknya masing-masing dalam waktu yang bersamaan.
Teknologi ini memanfaatkan beberapa komponen mekanis, di antaranya:
- Head Blocker dan End Blocker sebagai pembatas area distribusi panas.
- Restriction Block berbahan keramik yang dipasang pada sisi baja karbon untuk mempertahankan panas sehingga proses pendinginan berlangsung lebih lambat.
- Sistem perpipaan dan sprayer yang dipasang pada sisi baja tahan karat untuk memberikan pendinginan secara terukur sehingga laju pendinginan berlangsung lebih cepat.
“Kombinasi antara penahan panas dan sistem pendingin tersebut memungkinkan proses PWHT dilakukan secara simultan tanpa mengorbankan sifat mekanik maupun ketahanan korosi dari kedua material,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, Penerapan Blocking System dinilai memiliki sejumlah keunggulan bagi dunia industri, di antaranya meningkatkan integritas sambungan las sehingga lebih kuat dan tidak mudah retak.
Selain itu, teknologi ini mampu menjaga ketahanan korosi pada baja tahan karat, memperpanjang usia pakai komponen industri seperti pipa dan struktur logam, serta meningkatkan efisiensi biaya dengan mengurangi risiko kegagalan struktur pada sektor industri berat, energi, hingga transportasi.
Keberhasilan pengembangan Blocking System menjadi salah satu kontribusi nyata Dr. Ir. Sabandi Ismadi, ST, MSi, IPU, ASEAN Eng dalam pengembangan teknologi metalurgi di Indonesia.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi berbagai kebutuhan industri yang memerlukan penyambungan logam berbeda dengan tingkat keamanan, kekuatan, dan keandalan yang lebih tinggi.
(Red/Ret)








