AKTUALITA.CO.ID – Mata air yang keruh dan terkontaminasi di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, kini memiliki harapan baru. Berkat kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Diponegoro (Undip), sebuah inovasi teknologi tepat guna berupa filter air portabel berbasis nanomaterial berhasil diperkenalkan kepada masyarakat.
Dalam sebuah acara sosialisasi, para mahasiswa dan dosen mendemonstrasikan bagaimana mesin inovasi mereka mampu mengubah air sungai yang keruh menjadi sangat jernih. Demonstrasi ini memukau Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri.
“Saya sangat mengapresiasi, dari air yang keruh bisa menjadi air yang sangat bening. Ini merupakan teknologi tepat guna yang bisa diterapkan di desa-desa yang memiliki masalah air bersih,” Ucap Daman Huri kepada Aktualita.co.id, Rabu, (20/08/25).
Daman Huri menyambut baik inovasi ini dan berharap kerja sama dengan universitas-universitas tersebut dapat berlanjut. Ke depannya, kami akan menindaklanjuti kerja sama ini di bidang-bidang lain, terutama di bidang penelitian.
“Mungkin kita bisa berikan inovasi-inovasi lain yang bisa diterapkan di Desa Gunung Putri,” tambahnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat kolaborasi ini tidak hanya memberikan solusi praktis untuk masalah air bersih, tetapi juga membuka jalan bagi penelitian dan pengembangan lebih lanjut yang dapat membawa manfaat besar bagi desa-desa di seluruh Indonesia
Dikesempatan yang sama, Menurut Dr. Damar Rastri Adhika, seorang dosen dari Fakultas Teknologi Industri ITB, alat filtrasi ini memiliki dua tahapan utama. Tahap pertama adalah filtrasi fisik yang menggunakan pasir aktif dan karbon aktif untuk menghilangkan partikel-partikel besar. Tahap kedua adalah tahap yang paling inovatif, yaitu dengan memanfaatkan lampu UV dan nanopartikel.
“Nanopartikel ini berperan sebagai fotokatalis, fungsinya untuk mendegradasi polutan berbahaya seperti pewarna limbah pabrik atau pestisida. Selain itu, teknologi ini juga memiliki aktivitas antimikroba,” jelas Dr. Damar.
Ia, menambahkan bahwa meskipun air hasil filtrasi belum layak untuk dikonsumsi, namun sudah sangat aman untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci.
Selama ini, masyarakat Desa Gunung Putri menghadapi masalah kualitas air yang buruk. Meskipun memiliki sumber mata air, kandungan logam seperti besi masih terlalu tinggi, sehingga air tidak layak untuk digunakan. Lebih parahnya lagi, desa ini juga sering mengalami kekeringan di musim-musim tertentu.
Sebagai pelaksana kegiatan tersebut sebagai berikut. Pelaksana Utama : Dr. Damar Rastri Adhika, S.T., M.Sc. (ITB), Dr. Nurrahmi Handayani (ITB)Pelaksana Mitra: 1. Dr. Ir. Jaka Fajar Fatriansyah, M.Sc., Ph.D., IPM (UI)2. Qidir Maulana Binu Soesanto, S.Si., M.Sc., Ph.D (UNDIP)
(Deni Dawer)









