AKTUALITA.CO.ID – Kondisi Jalan Raya KH Umar yang berada di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Ruas jalan yang menjadi salah satu akses penting masyarakat tersebut kini mengalami kerusakan cukup parah, dengan banyaknya lubang di sepanjang badan jalan yang membahayakan pengendara.
Pantauan di lokasi menunjukkan, sejumlah titik jalan berlubang dengan kedalaman bervariasi tersebar di jalur yang kerap dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara, meningkatkan risiko kecelakaan.
Adul (33), salah seorang pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi jalan tersebut, mengaku was-was saat berkendara. Ia menyebut kondisi jalan yang rusak membuatnya harus ekstra hati-hati, terutama pada malam hari atau saat hujan.
“Kalau siang masih bisa kelihatan, tapi kalau malam atau hujan, lubangnya tidak terlihat. Takut jatuh, apalagi kalau lagi ramai kendaraan,” ujarnya, Minggu (19/04/26)
Keluhan serupa juga disampaikan Asep (44), warga setempat yang berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut. Menurutnya, selain membahayakan keselamatan, kerusakan jalan juga mengganggu kenyamanan dan kelancaran aktivitas warga.
“Ini jalan penting buat masyarakat. Harapannya segera diperbaiki supaya pengguna jalan bisa lebih aman dan nyaman,” kata Asep.
Warga menilai, sebagai jalan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor, perbaikan seharusnya menjadi prioritas. Terlebih, Jalan Raya KH Umar memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan distribusi barang.
Selain itu, kondisi jalan yang rusak juga berpotensi menyebabkan kemacetan, karena kendaraan harus melambat atau menghindari lubang. Dalam beberapa kasus, pengendara bahkan terpaksa mengambil jalur berlawanan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Masyarakat berharap adanya respons cepat dari dinas terkait untuk melakukan perbaikan, baik melalui penambalan sementara maupun peningkatan kualitas jalan secara menyeluruh. Mereka juga meminta adanya pengawasan rutin agar kerusakan serupa tidak terus berulang.
(Deni supriadi)









