Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Pendidikan dan Kesehatan

Kesehatan Mental Masih jadi PR Besar Pemerintah

sayyev by sayyev
October 15, 2023
in Pendidikan dan Kesehatan
0
Kesehatan Mental Masih jadi PR Besar Pemerintah
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID – Masih banyaknya orang yang meremehkan kesehatan mental jadi pekerjaan rumah (PR) besar pemerintah Indonesia sekarang ini.

Padahal menurut Psikiater Lahargo Kembaren, perlu diselesaikan di Indonesia terkait awareness (kesadaran) akan pentingnya kesehatan mental karena sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

“Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Tidak ada kesehatan tanpa kesehatan jiwa,” kata Lahargo yang juga kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS Marzoeki Mahdi Bogor dikutip dari RMOL, Minggu (15/10/2023).

Berita lainnya

Pemkab Bogor Resmikan Tiga Layanan Baru RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA hingga Kemoterapi

Sekda Ajat di Smartren SMAN 2 Cibinong: Pintar Saja Tidak Cukup

Sepanjang 2025, 28.400 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Bogor: 99 Persen Sudah Diobati

Banyak stigma yang beredar tentang kesehatan jiwa di masyarakat hingga saat ini. Misal, kesehatan jiwa yang dikaitkan dengan gangguan gaib, kurangnya iman, kurang bersyukur, atau hanya dianggap mencari perhatian.

Menurut dia, faktor-faktor itulah yang menjadi penghambat bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan jiwa. Selain stigma, Lahargo juga menyoroti kurangnya ketersediaan layanan kesehatan jiwa yang merata di Indonesia.

“Ini masih menjadi PR besar bagi kami. Terutama para profesional kesehatan jiwa, bagaimana psikiater, psikolog, perawat jiwa, pekerja sosial yang bekerja di layanan kesehatan jiwa tersebar secara merata,” ujar dia.

Kurangnya layanan kesehatan jiwa juga termasuk keterbatasan obat. Sering kali distribusi obat tidak merata sehingga banyak ODGJ yang kambuh karena ketersedian obatnya kurang.

Terakhir, Lahargo menyoroti soal diskriminasi pekerjaan pada mereka yang memiliki gangguan jiwa. Kerap mereka masih sulit untuk berpartisipasi dengan baik di pekerjaan yang tersedia karena dianggap ODGJ tidak bisa bekerja seperti yang lainnya.

“Padahal gangguan jiwa sama seperti gangguan fisik. Kalau sudah pulih, dia punya kemampuan untuk bisa beraktivitas dan berfungsi lagi,” ujarnya. 

Belakangan ini penggalan video podcast Deddy Corbuzier viral yang membahas penyebab gangguan jiwa pada anak muda. Dalam video berjudul “Polisi Paling aneh yang Gue Tau – Purnomo Belajar Baik”, disebutkan 75 persen orang terkena gangguan jiwa, karena putus cinta.

Menanggapi ini, Lahargo menyampaikan, tidak bisa diputuskan hanya dengan sesederhana itu karena penyebab gangguan jiwa multi faktor. Pertama, ada faktor biologis. “Kalau ada secara genetik anggota keluarga yang punya gangguan jiwa maka mereka yang punya hubungan darah lebih rentan,” katanya.

Mereka yang pernah memiliki trauma kepala, jatuh, hingga terbentur atau terpukul juga masuk dalam faktor ini. Sebab, semua insiden tersebut membuat sel saraf otak lebih berisiko.

Selain itu, penggunaan obat-obatan, narkoba, dan alkohol secara berlebihan juga mengganggu langsung saraf otak. Kemudian ada faktor psikologis, seperti pengalaman hidup yang traumatis.

“Ada pengalaman hidup misalnya konflik besar yang tidak bisa diselesaikan atau relasi dengan orang lain, termausk masalah pecintaan, keinginan yang tidak tercapai, kekecewaan, kehilangan figur yang yang sangat dicintai, itu faktor psikologis,” ujarnya.

Terakhir, Lahargo menyebut faktor sosial yang sedang dialami seseorang. Misal, pekerjaan, kuliah, atau tugas yang overload. Menurut dia, ini merupakan faktor-faktor yang menyebabkan kondisi mental seseorang bisa down atau drop dan pada akhirnya terganggu kejiwaannya.

“Jadi, tidak bisa disalahkan karena satu faktor saja. Pasti ada faktor-faktor yang sudah terlibat di dalamnya yang kami sebagai profesional akan coba identifikasi mana faktor-faktor yang masih bisa dimodifikasi dan diberikan terapi. Sehingga yang bersangkutan bisa pulih kembali,” ujar dia. 

Sementara Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober memiliki peran yang penting karena bertujuan menciptakan kesadaran tentang kesehatan mental dan menghilangkan stigma yang dapat menyertai tantangan kesehatan mental. Dilansir Forbes, Hari Kesehatan Mental Dunia dimulai pada 1992 dan didasarkan pada upaya Federasi Kesehatan Mental Dunia (WFMH).

Keanggotaannya yang tersebar di 150 negara bertujuan untuk memberikan perhatian terhadap kesehatan mental dan dampaknya di seluruh dunia. Sayangnya, kebutuhan akan kesadaran dan advokasi kesehatan mental sangatlah besar.

Menurut jajak pendapat Monster, 63 persen orang mengatakan kesehatan mental mereka buruk. Selain itu, berdasarkan survei terhadap 5.000 orang yang dilakukan oleh Muse, 44-38 persen orang mengatakan mereka terlalu banyak bekerja atau burnout.

Orang-orang melaporkan bahwa mereka kurang gembira dan merasa kurang dihargai. Sementara 47 persen mengatakan stres adalah penyebab terbesar dari pengalaman negatif mereka. Stres ini nyata dan signifikan bagi banyak kelompok karena 62 persen wanita dan 51 persen pria berusia 18-34 tahun sangat dilanda stres menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh Stress in America. 

Dalam jajak pendapat yang dilakukan CignaCI, 91 persen gen Z melaporkan bahwa mereka merasa stres dan 98 persen merasa burnout. Tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengangkat tema “Kesehatan mental adalah hak asasi manusia universal” untuk meningkatkan pengetahuan, meningkatkan kesadaran, dan mendorong tindakan yang melindungi kesehatan mental setiap orang sebagai hak asasi manusia universal.

Dikutip dari situs WHO, kesehatan mental adalah hak asasi manusia yang mendasar bagi semua orang. Setiap orang, siapa pun dan di manapun berada, berhak atas standar kesehatan jiwa tertinggi yang dapat dicapai. Hal ini mencakup hak untuk dilindungi dari risiko kesehatan mental, hak atas layanan yang tersedia, dapat diakses, dapat diterima, dan berkualitas baik, hak atas kebebasan, kemandirian dan inklusi dalam masyarakat.

Kesehatan mental yang baik sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Namun, satu dari delapan orang di seluruh dunia hidup dengan kondisi kesehatan mental yang dapat berdampak pada kesehatan fisik, kesejahteraan, cara mereka berhubungan dengan orang lain, dan penghidupan mereka.

Kondisi kesehatan mental juga memengaruhi semakin banyak remaja dan generasi muda. Memiliki kondisi kesehatan mental tidak boleh menjadi alasan untuk menghilangkan hak asasi seseorang atau mengecualikan mereka dari pengambilan keputusan mengenai kesehatan mereka sendiri.

Namun, di seluruh dunia, orang-orang dengan kondisi kesehatan mental terus mengalami berbagai pelanggaran hak asasi manusia. Banyak dari mereka yang dikucilkan dari kehidupan bermasyarakat dan mengalami diskriminasi.

Sementara itu, masih banyak lagi yang tidak dapat mengakses layanan kesehatan mental yang mereka perlukan. WHO pun terus bekerja sama dengan mitranya untuk memastikan kesehatan mental dihargai, dipromosikan, dan dilindungi, dan tindakan segera diambil agar setiap orang dapat menggunakan hak asasi mereka dan mengakses layanan kesehatan mental berkualitas yang mereka butuhkan. 

** yev

Tags: kesehatan mental
Share30Tweet19Send
sayyev

sayyev

Rekomendasi Untuk Anda

Pemkab Bogor Resmikan Tiga Layanan Baru RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA hingga Kemoterapi

by Arsyit Syarifudin
March 4, 2026
0
Pemkab Bogor Resmikan Tiga Layanan Baru RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA hingga Kemoterapi

AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kali ini, tiga fasilitas dan layanan baru resmi dioperasikan di RSUD Bakti Pajajaran, Cibinong,...

Read more

Sekda Ajat di Smartren SMAN 2 Cibinong: Pintar Saja Tidak Cukup

by Arsyit Syarifudin
March 4, 2026
0
Sekda Ajat di Smartren SMAN 2 Cibinong: Pintar Saja Tidak Cukup

AKTUALITA.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memberikan suntikan motivasi bagi ratusan siswa SMAN 2 Cibinong dalam kegiatan Smartren Ekologi Takzim di Masjid Nurul Wathon,...

Read more

Sepanjang 2025, 28.400 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Bogor: 99 Persen Sudah Diobati

by Arsyit Syarifudin
February 26, 2026
0
Sepanjang 2025, 28.400 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Bogor: 99 Persen Sudah Diobati

AKTUALITA.CO.ID – Sebanyak 28.400 lebih kasus tuberkulosis (TBC) ditemukan di Kabupaten Bogor sepanjang tahun 2025. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, saat menerima kunjungan...

Read more

Indonesia Darurat TBC, Kasus Tertinggi Kedua di Dunia Setelah India

by Arsyit Syarifudin
February 26, 2026
0
Indonesia Darurat TBC, Kasus Tertinggi Kedua di Dunia Setelah India

AKTUALITA.CO.ID - Negara Republik Indonesia saat ini menempati posisi kedua di dunia dengan jumlah kasus tuberkulosis (TBC) tertinggi berdasarkan populasi. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI,...

Read more

Kemenkes Terima Notifikasi Kasus Campak dari Australia, Perkuat Surveilans di Jawa Barat

by Arsyit Syarifudin
February 23, 2026
0
Kemenkes Terima Notifikasi Kasus Campak dari Australia, Perkuat Surveilans di Jawa Barat

AKTUALITA.CO.ID – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menerima notifikasi resmi dari otoritas kesehatan Australia terkait satu kasus campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia. Pemberitahuan tersebut disampaikan melalui...

Read more
Next Post
Erick Thohir Disebut Cocok Dampingi Prabowo

Erick Thohir Disebut Cocok Dampingi Prabowo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

APDESI Kabupaten Bogor Gelar Trofeo Sepak Bola Bersama Polres dan Kejari, Sambut Ramadan dan Bangkitkan Olahraga Daerah

APDESI Kabupaten Bogor Gelar Trofeo Sepak Bola Bersama Polres dan Kejari, Sambut Ramadan dan Bangkitkan Olahraga Daerah

February 11, 2026
537 Perusahaan Kelapa Sawit Beroperasi Tanpa HGU, Menteri Nusron Sampaikan akan Ada Sanksi

537 Perusahaan Kelapa Sawit Beroperasi Tanpa HGU, Menteri Nusron Sampaikan akan Ada Sanksi

October 30, 2024
Garuda Umrah Travel Fair 2026: Awali Perjalanan Ibadah dengan Promo dan Kenyamanan

Garuda Umrah Travel Fair 2026: Awali Perjalanan Ibadah dengan Promo dan Kenyamanan

January 25, 2026

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW