AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menegaskan, perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di Kota Bogor sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Bogor melalui program Bogor Cerdas yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, Pemkot Bogor terus mengembangkan berbagai alternatif pendidikan, baik formal maupun nonformal, guna menekan angka putus sekolah.
“Alternatif pendidikan formal dan nonformal terus kita genjot. Kemarin saat Hari Jadi Bogor (HJB), kita berhasil merekrut 848 siswa putus sekolah melalui PKBM. Kita jemput bola langsung,” ujar Jenal Mutaqin, Kamis (11/6/2026).
Selain memperluas akses pendidikan, kata Jenal, Pemkot Bogor juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Berbagai program pembangunan dan perbaikan infrastruktur sekolah terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan layak bagi peserta didik.
Jenal Mutaqin menyebutkan bahwa dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat sangat dibutuhkan dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bogor.
“Tahun 2025 lalu, SD Negeri Cimahpar 5 mendapat bantuan sebesar Rp2,6 miliar. Alhamdulillah, sekarang kondisinya jauh lebih baik dan representatif sehingga siswa bisa belajar dengan lebih nyaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, sekolah tersebut juga pernah mendapat perhatian khusus dengan kunjungan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan di seluruh Indonesia. Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan karakter serta kapasitas peserta didik.
“Anak-anak harus menjadi generasi yang optimistis dan percaya diri. Pendidikan tidak hanya membangun sekolah yang baik, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan mereka untuk menghadapi masa depan,” kata Abdul Mu’ti.
(Retza)









