AKTUALITA.CO.ID – Kondisi memprihatinkan dunia pendidikan di Kabupaten Bogor terungkap dalam kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) I di Kecamatan Citeureup.
Kepala Sekolah SDN Tajur 07 Citeureup Ina Nur Azizah menyampaikan keluhan dan kisah pilu terkait kondisi sekolahnya yang rusak parah hingga berdampak langsung pada proses belajar-mengajar.
Dengan nada haru, Ina menceritakan bahwa sejumlah siswanya terpaksa belajar di ruang darurat berupa panggung sementara. Saat hujan turun, anak-anak harus menahan dingin akibat terpaan angin dan air hujan yang masuk ke area belajar.
“Sekolah kami itu ada dua ruang kelas yang rusak parah sehingga anak itu ada yang belajar di panggung sementara. Kalau cuaca cerah mungkin masih terasa nyaman karena angin sepoi sepoi. Tapi kalau hujan terus-menerus, anak-anak kedinginan seperti ayam, murungkut,” ungkap Ina, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, SDN Tajur 07 yang berada di ujung wilayah Kecamatan Citeureup dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Sukamakmur, termasuk daerah rawan longsor. Kondisi tanah yang terus bergerak menyebabkan dua ruang kelas mengalami kerusakan parah hingga tidak lagi layak digunakan.
Akibat keterbatasan ruang, pihak sekolah terpaksa memanfaatkan fasilitas seadanya demi memastikan kegiatan belajar tetap berjalan. Namun kondisi tersebut dinilai jauh dari kata ideal dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Meski pihak sekolah telah mendapat informasi bahwa SDN Tajur 07 masuk dalam daftar prioritas pembangunan atau rehabilitasi, namun untuk turab hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Kami meminta untuk pengawalan kepada Anggota DPRD Kabupaten Bogor karena SDN Tajur 07 masuk ke dalam prioritas, sehingga dapat direalisasikan,” pintanya.
“Sekolah kami ini masuk kedalam prioritas untuk rehab, sekolah kami ini lokasinya sekolah kami berasa di posisi yang rawan longsor, jadi tanah bergerak itu belum di turab. Ini sudah kita usulkan tapi belum ada tanggapannya,” sambungnya.
Bahkan, Ina secara terbuka mengundang para anggota DPRD Kabupaten Bogor untuk meninjau langsung kondisi SDN Tajur 07 Citeureup agar dapat melihat situasi sebenarnya di lapangan dan segera mengambil langkah konkret demi keselamatan serta kenyamanan proses pendidikan.
“Kalo tidak percaya bapak dewan silahkan kunjungi dan lihat sendiri kondisi sekolah kami,” tandasnya.
(Retza)









