AKTUALITA.CO.ID – Masalah kabel optik yang menjuntai bak benang kusut di sejumlah ruas jalan wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, akhirnya sampai ke meja legislatif. Kondisi ini tak hanya merusak estetika kota, namun mulai mengancam nyawa pengguna jalan setelah dilaporkan terjadi beberapa kecelakaan akibat pengendara yang terjerat atau berupaya menghindari kabel kendor.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Pria yang akrab disapa Junsam ini menyebut, aduan mengenai kabel “liar” ini selalu muncul di setiap agenda reses dewan.
“Ini persoalan klasik tapi berbahaya. Kami segera tindaklanjuti dengan memanggil pihak PLN serta instansi terkait, termasuk perusahaan penyedia layanan internet (provider) yang memasang kabel-kabel itu di Cileungsi,” ujar Junsam kepada Aktualita.co.id, Rabu (11/2/2026).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan, persoalan teknis dan perizinan ini berada di bawah wewenang Komisi I DPRD. Ia mendorong agar komisi terkait segera menjadwalkan pertemuan dengan para pemilik aset kabel udara tersebut.
“Bukan hanya di Cileungsi, hampir semua wilayah Kabupaten Bogor punya penyakit yang sama. Kabel berseliweran tidak sesuai aturan akan kita cek izin dan standar teknisnya. Jika melanggar, ya harus ditertibkan,” tegasnya.
Deni, salah satu warga Cileungsi, mengaku selalu waswas saat melintas, terutama di malam hari atau saat hujan deras. Kabel yang kendor seringkali hampir menyentuh kap kendaraan atau helm pemotor.
“Sudah kendor sekali, hampir menyentuh jalan. Kalau malam tidak kelihatan, itu seperti jebakan buat pemotor. Kami ingin pemerintah tegas, jangan tunggu ada korban jiwa baru sibuk merapikan,” keluh Deni.
DPRD berharap melalui pemanggilan ini, ada solusi konkret seperti skema penataan kabel bawah tanah (ducting) atau setidaknya pembersihan kabel-kabel “mati” yang sudah tidak berfungsi namun masih menempel di tiang-tiang listrik, demi menciptakan keamanan bagi warga Bumi Tegar Beriman.
(Pandu)









