AKTUALITA.CO.ID _ Seorang pria berinisial MAFP menjadi korban penembakan oleh sekelompok orang yang sedang tawuran, di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Minggu (04/08/24) lalu sekitar pukul 01:00.
Saat ingin terjadi tawuran, MAFP melintas dari arah berlawanan menggunakan Motor Yamaha N-Max dengan nomor polisi F 5741 FDS. Namun, MAFP menjadi sasaran tembakan oleh sekelompok yang ingin tawuran.
“Korban ini warga yang melintas sesaat kejadian tawuran itu akan terjadi, korban baru saja selesai bekerja mengantarkan sesuatu paket kepada konsumen sehingga korban dikira adalah lawan dari mereka berdua, ” Kata Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro di Mapolres Bogor. Selasa (06/08/24).
” Sehingga korban mengalami luka tembak di dahi tembus kebagian kepala, Kemudian di bawa ke Rumah Sakit (RS) Thamrin Cileungsi untuk pertolongan pertama, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk dilakukan operasi, ” jelasnya.
AKBP Rio Wahyu mengaku telah menjenguk korban di Rumah Sakit Polri Kramatjati dan bertemu dengan keluarga korban.
” Kemarin sore saat magrib saya melihat korban di RS Polri Kramatjati, keadaannya sangat memprihatinkan. Saya sampaikan kepada pihak keluarga saya berjanji kejadian ini tidak akan terulang lagi di Kabupaten Bogor, ” ungkapnya.
” Saya meminta maaf kepada keluarga korban bahwa ini tanggungjawab saya bersama seluruh jajaran akan menumpas segala tindak pidana yang mengancam jiwa raga masyarakat Kabupaten Bogor saya ingin ini tidak terjadi lagi, ” ucapnya.
Tidak hanya itu, melihat barang bukti yang ditemukan begitu banyak senjata api berbagai jenis walaupun rakitan.
Maka dari itu, lanjut Rio, Kami telah berkoordinasi dengan Densus 88 Mabes Polri untuk menyelidiki apakah ini pabrik senjata rumahan ada kaitannya dengan sindikat atau jaringan teroris.
Lebih lanjut, kata Rio, kami berkoordinasi dengan Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar apakah ini sudah berlangsung lama dan menjadi bisnis operasi yang dilakukan oleh saudara AZ.
” Tentunya pasal yang kami kenakan ini mungkin tidak akan sampai disini kami akan kembangkan bila ada temuan kedepan dimana ditemukan tindak pidana yang baru, “tegasnya.
Sementara, Ayah korban (Gun) mengatakan bahwa saat ini anaknya masih dalam kondisi kritis di RS Kramatjati Jakarta.
“Kritis, sangat kritis. Ada luka di bagian kepala terkena peluru, “kata Gun di Mapolres Bogor, Cibinong, Selasa (06/08/24).
Ia juga menjelaskan saat insiden itu terjadi MAFP baru pulang dari acara ulang tahun anak temannya. ” Dia pulang acara ulang tahun anak temannya lalu mengantar calon istrinya ke Nambo, “ujarnya.
Gun menambahkan MAFP berencana akan menikah pada 11 Agustus 2024.”Kami keluarga berencana menggelar akad nikah dan resepsi untuk MAFP dan calon istrinya pada 11 Agustus 2024, “ucapnya.
“Sebagai keluarga, berharap kasus ini diungkap secara terang benderang agar siapapun yang ada di belakang pelaku harus ditampilkan dan diusut tuntas, “harapnya.
*Rezza/Ns









