Oleh: Allegra Aura Fitra
Berbagai kegiatan ataupun aktivitas manusia pasti selalu menggunakan plastik, dengan penggunaan sedikit ataupun banyak tergantung dengan jumlah kegiatan yang memerlukan plastik dalam kategori benda yang berasal dari plastik ataupun plastik itu sendiri.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, pada tahun 2010 terdapat 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia. Sekitar 4,8-12,7 juta ton diantaranya terbuang dan mencemari perairan.
Sedangkan negara Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48-1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari perairan indonesia.
pencemaran plastik di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Saat ini, industri industri minuman di Indonesia merupakan salah satu sektor yang pertumbuhannya paling pesat. Pada kuartal I-2019, pertumbuhan industri pengolahan minuman mencapai 24,2% secara tahunan (YoY) hanya kalah dari industri pakaian jadi.
dengan Pertumbuhan industri minuman yang sangat pesat menjadikan angka pertumbuhan jumlah sampah plastik yang semakin banyak. Terlebih saat ini kapasitas pengolahan limbah plastik masih terbilang minim.
Oleh sebab itu, perlu adanya penanganan limbah plastik ini. Pemerintah sudah mulai mencari cara yang paling efektif untuk mengurangi limbah plastok di negara Indonesia, meskipun cara yang dilakukan belum 100% dapat mengurangi penggunaan plastik tetapi cara ini dapat setidaknya mengurangi penggunaan plastik yaitu dengan membawa tas belanja yang terbuat dari kain, membawa tempat makan dan minum yang tidak terbuat dari plastik sekali pakai, serta penyuluhan tentang daur ulang plastik menjadi barang yang dapat digunakan dalam keseharian masyarakat.
Penanggulangan limbah plastik sangat berkaitan dengan PT. Hijau Lestari Prakarsa Utama, limbah plastik sendiri tergolong sebagai limbah Anorganik, pada PT. Hijau Lestari Prakarsa Utama limbah plasti dan sejenisnya dikelola dengan cara dimanfaatkan sehingga sangat dapat mengurangi dampak limbah plastik di Indonesia.
**
Referensi :
Adharsyah, T. 2019. Sebegini Parah Ternyata Masalah Sampah Plastik di Indonesia. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20190721140139-33-86420/sebegini-parah-ternyata-masalah-sampah-plastik-di-indonesia
Qodriyatun, S.N, dkk. 2019. Sampah Plastik Dan Implikasi Kebijakan Pembatasan Plastik Sekali Pakai Terhadap Industri Dan Masyarakat. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI.
Napitupulu, L, dkk. 2021. 3 Intervensi Penting untuk Mendukung Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai. https://wri-indonesia.org/id/blog/3-intervensi-penting-untuk-mendukung-pembatasan-penggunaan-plastik-sekali-pakai#:~:text=Pemerintah%20Indonesia%20sendiri%20telah%20berkomitmen,dan%20alat%20makan%20sekali%20pakai
Dihni, V. 2022. “Ada Berapa Banyak Sampah di Laut Indonesia?”,diakses dari laman https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/05/18/ada-berapa-banyak-sampah-di-laut-indonesia









