AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, menggelar Lokakarya Mini Triwulan Lintas Sektoral tingkat kecamatan di Aula Kantor Kecamatan Sukamakmur, Kamis (28/08/25).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, unsur Muspika, kader kesehatan, bidan desa, hingga para relawan.
Camat Sukamakmur Bakri Hasan menjelaskan bahwa lokakarya ini bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita, ibu hamil, serta penanganan stunting. Menurutnya, masalah kesehatan yang muncul di masyarakat harus ditangani secara cepat melalui pemanfaatan program desa, baik berupa bantuan gizi maupun operasional.
“Pemanfaatan anggaran desa, termasuk BLT Dana Desa dan bantuan sosial lainnya, harus lebih efektif. Dengan begitu, keberhasilan pembangunan desa, terutama di bidang kesehatan, dapat tercapai lebih cepat,” kata Bakri.
“Selain fokus pada kesehatan, forum ini juga membahas kendala yang dihadapi petugas kesehatan, kader, hingga perangkat desa. Diharapkan, melalui kebijakan pemerintah desa yang lebih terarah, hambatan-hambatan tersebut dapat segera teratasi,” jelasnya.
Sementara itu, kepala Puskesmas Sukamakmur dr. Linda menegaskan bahwa target utama layanan kesehatan adalah tidak ada lagi kasus kematian ibu dan bayi. Namun, tantangan di lapangan masih cukup besar, mulai dari keterbatasan akses dan jarak, kurangnya pendampingan, hingga masih adanya warga yang memilih melahirkan di paraji (dukun beranak).
“Melahirkan sebaiknya di fasilitas kesehatan dengan tenaga terampil dan alat lengkap. Saat ini dari 542 ibu hamil, masih ada 77 yang belum melakukan USG. Itu sedang kami kejar dengan jemput bola lewat posyandu, kader,” jelas dr. Linda.
Ia menambahkan bahwa pemeriksaan bukan hanya sebatas USG, melainkan juga pemeriksaan darah pada trimester pertama karena merupakan masa penting pembentukan organ janin.
Masalah lain yang dihadapi adalah banyaknya pernikahan usia muda atau pernikahan siri yang tidak terdata. Akibatnya, petugas kesulitan melakukan pemantauan kehamilan.
“Setiap RT/RW harus melaporkan bila ada ibu hamil. Desa juga sebaiknya memiliki rumah singgah, terutama bagi wilayah dengan akses sulit seperti Desa Mulyasari,” ujarnya.
Menurutnya, Kecamatan Sukamakmur dikenal sebagai kecamatan terluas di Kabupaten Bogor dengan kondisi geografis yang beragam, mulai dari wilayah datar hingga berbukit. Salah satu contoh adalah akses jalan menuju Desa Mulyasari yang dinilai masih sangat sulit.
“Makanya, perbaikan infrastruktur jalan menjadi hal yang sangat penting, karena ini berhubungan langsung dengan akses layanan kesehatan,” pungkasnya.
(Rz)









