AKTUALITA.CO.ID – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf menyampaikan tiga hal penting kepada Gubernur Jawa Barat dan seluruh kepala daerah di Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa tiga hal utama yang dibahas berkaitan dengan program-program Kementerian Sosial yang sudah dirancang sejak tahun 2024.
“Saya sampaikan tiga hal tadi ya, pertama soal program eksisting Kementerian Sosial, seperti PKH, Bansos, juga bantuan untuk yatim, yatim piatu, dan makanan untuk lansia. Kami laporkan semua, itu adalah program-program yang sudah direncanakan,” kata Gus Ipul sapaan akrabnya.
Ia berharap agar para bupati dan wali kota, serta Gubernur Jawa Barat, dapat mendukung dan menyinergikan program-program yang telah dirancang Kementerian Sosial dengan program-program pemerintah daerah.
“Nanti, program yang sudah kita rancang ini akan dibackup dan didukung oleh bupati wali kota, disinergikan dan diintegrasikan dengan program mereka,” lanjut Gus Ipul.
Gus Ipul juga menyampaikan bahwa pentingnya perkembangan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN). Data ini, sesuai dengan instruksi Presiden, harus menjadi pedoman bagi seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam melaksanakan program bantuan sosial.
“Dengan data tunggal ini, penyaluran bantuan sosial akan lebih tepat sasaran. Tidak ada lagi bantuan yang tidak tepat sasaran, yang memang tidak berhak, tapi yang berhak tentu mendapatkan bantuan sosial,” ungkapnya.
Kemudian, kata Gus Ipul, program Sekolah Rakyat. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin atau miskin ekstrem yang tercatat dalam Desil 1 dan Desil 2 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi. Sekolah rakyat ini akan memberikan pendidikan gratis mulai dari SD, SMP, hingga SMA, dan menyediakan fasilitas asrama serta kebutuhan lainnya seperti pakaian, peralatan sekolah, makan, dan minum yang akan ditanggung oleh pemerintah.
“Sekolah rakyat ini akan difokuskan bagi mereka yang berada di desil 1 dan desil 2, yaitu 10 persen penduduk paling bawah dan 10 persen berikutnya. Lalu kedepan diharapkan ini jenjang pendidikan SD, SMP, SMA. Di mana akan dialokasikan sekitar 300-350 murid perjenjang pendidikan, kira-kira 1000 lah itu nanti satu sekolah rakyat,” paparnya.
“Kami berharap dapat memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga miskin, dengan dukungan dari pemerintah daerah yang turut berperan dalam pengawasan dan implementasi program-program tersebut,” tutupnya.
(reza)









