AKTUALITA.CO.ID – Dari seutas benang, tangan terampil Martini atau yang akrab disapa Nenny mampu menciptakan karya seni bernilai tinggi. Melalui usahanya yang diberi nama Moren’s by Nenny Handmade Collection, ia berhasil mengubah hobi merajut menjadi peluang bisnis yang membawa namanya dikenal hingga ke berbagai pameran nasional.
Berlokasi di Candraloka Blok BB5 No. 34, Telaga Kahuripan, Tegal Kemang, Bogor, usaha kecil ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan ketekunan bisa melahirkan kesuksesan.
Sebelum menjadi pengusaha, Nenny bekerja di Rudy Hadisuwarno Salon. Di sela kesibukannya, ia kerap mengisi waktu dengan membuat berbagai kerajinan tangan, terutama merajut tas. Tak disangka, pengunjung salon yang melihat hasil karyanya tertarik dan mulai memesan untuk dijadikan oleh-oleh ke luar negeri.
“Dari situ saya mulai berpikir untuk menjadikannya usaha serius,” kenang Nenny.
Tahun 2016, ia resmi mendirikan Moren’s by Nenny Handmade Collection, dan di tahun yang sama bergabung dengan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). Dari keanggotaan itu, usahanya mulai dikenal luas dan berhasil masuk 10 besar UMKM Kabupaten Bogor.
Tas rajut bukan hanya sekadar produk fashion, tetapi hasil karya yang memiliki nilai seni dan karakter. Ia menilai bahwa masyarakat kini tidak hanya mencari fungsi, tetapi juga estetika dan keunikan.
“Kerajinan tangan lokal seperti tas rajut punya nilai eksklusif dan ramah lingkungan. Saya ingin membuktikan kalau karya handmade Indonesia bisa bersaing bahkan sampai ke luar negeri,” ujarnya penuh semangat.
Setiap produk Moren’s by Nenny dibuat sepenuhnya secara manual, tanpa mesin otomatis. Prosesnya dimulai dari perajutan benang, pengepresan, hingga tahap akhir penjahitan. Satu tas biasanya membutuhkan waktu tiga hingga empat hari pengerjaan.
Bahan yang digunakan adalah benang nilon PP dan nilon kilap, lengkap dengan kain puring, resleting, dan aksesoris tambahan. Semua bahan diperoleh dari toko khusus di Tangerang, Surabaya, dan Bogor.
“Merajut butuh ketelitian dan kesabaran. Hasilnya akan sepadan karena tasnya kuat, unik, dan tahan lama,” kata Nenny.
Menariknya, seluruh desain tas merupakan hasil kreasi Nenny sendiri. Ia tak pernah mengikuti kursus desain atau pelatihan khusus, melainkan belajar dari pengalaman dan pengamatan.
“Ide datang dari mana saja. Kadang saat jalan-jalan ke mall, saya melihat model tas baru dan langsung mendapat inspirasi untuk membuat versi rajutnya,” ungkapnya.
Beberapa motif yang paling diminati pelanggan antara lain motif Anggur, Melati, dan Kerang. Ia juga melayani pesanan custom, menyesuaikan warna, ukuran, dan model sesuai keinginan pembeli.
Untuk memasarkan produknya, Nenny aktif mengikuti berbagai event dan pameran besar seperti Inacraft, IKEA Fair, dan Uniqlo Expo. Ia juga memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan terutama status WhatsApp, yang menurutnya sangat efektif menjangkau pelanggan baru.
Target pasar Moren’s by Nenny cukup beragam, mulai dari remaja hingga ibu-ibu pejabat. Tanggapan pelanggan pun sangat positif.
“Banyak yang bilang hasil rajutan saya rapi, kuat, dan tidak menyangka kalau benang bisa jadi tas sebagus ini,” ucap Nenny tersenyum.
Meski usahanya terus berkembang, Nenny mengakui masih menghadapi beberapa tantangan seperti permodalan, pemasaran, dan keterbatasan SDM. Namun ia tetap optimistis dan terus berinovasi agar produknya bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
“Yang penting menjaga kualitas, menciptakan tren baru, dan mempertahankan pelanggan setia,” ujarnya.
Ke depan, Nenny berharap dapat memiliki galeri dan workshop sendiri, tempat ia bisa memamerkan koleksi tas rajut sekaligus melatih generasi muda agar terampil dan mandiri.
“Saya ingin Moren’s by Nenny menjadi wadah untuk menciptakan SDM kreatif dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.
Sebagai sesama pelaku usaha kecil, Nenny berpesan agar pengrajin Indonesia tetap percaya diri dan pantang menyerah.
“Sabar, semangat, fokus, dan percaya diri. Suatu saat usaha kecil kita akan berkembang dan mendunia, asal dikerjakan dengan hati dan mampu menciptakan karya seni bernilai tinggi. “ tutupnya.









