Aktualita.co.id – Pemerintah Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, memastikan seluruh pengelolaan keuangan desa kini berbasis digital. Kepala Desa H. Adi Nurhikmat, SE menegaskan, tak ada lagi praktik transaksi tunai dalam pengelolaan dana publik.
“Di desa ini sudah tiga tahun tidak ada lagi uang di laci. Semua pakai transfer langsung via BJB,” ujarnya dalam forum Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar, Kamis (24/07/2025).
Menurutnya, sistem transaksi digital ini tak hanya meminimalisir penyimpangan, tapi juga membuka ruang pengawasan bersama. “Kami akan pasang banner besar supaya masyarakat bisa lihat langsung. Semua terbuka,” tegas H. Adi.
Ia juga menyampaikan bahwa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sudah dua kali disalurkan untuk tiga bulan. Dua bulan sisanya akan segera dicairkan sebagai syarat untuk tahap selanjutnya.
“Kalau Juni sudah diterima, artinya hak masyarakat sudah kami tunaikan. Kami tidak pernah selewengkan. Realisasi bisa dilihat di lapangan,” ujarnya.
H. Adi juga meminta RT dan RW aktif mengusulkan kegiatan, bukan hanya soal jalan dan got. “Silakan ajukan program seperti pelatihan kepemudaan, pengadaan mesin rumput, atau roda sampah. Nanti dibuka September,” katanya.
Sementara itu, Kasipem Kecamatan Babakan Madang, Wahyudin, S.AP., M.A., menyampaikan bahwa dana bagi hasil pajak dan retribusi daerah telah cair 50 persen. Dana tersebut digunakan untuk insentif RT/RW dan kegiatan posyandu, termasuk pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil.
“RT dan RW adalah ujung tombak informasi desa. Datang ke Musdes, dengar langsung, lalu teruskan ke masyarakat. Ini bagian dari tanggung jawab bersama,” kata Wahyudin.
Di akhir forum, Kades Sumur Batu menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus berbenah. “Kesempurnaan hanya milik Allah. Tapi kami akan terus berusaha lebih baik dari waktu ke waktu,” pungkasnya.
Arsyit Syarifudin









