AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW di Gedung Laga Satria, Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Pameran ini dilaksanakan yang pertama kalinya di Kabupaten Bogor dan akan di selenggarakan selama satu bulan penuh sepanjang bulan Ramadan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pameran ini merupakan kesempatan langka bagi masyarakat untuk melihat secara langsung berbagai artefak yang berkaitan dengan Rasulullah SAW.
“Ini merupakan yang pertama kalinya pada momentum bulan suci Ramadan tahun 2026, masyarakat bisa melihat secara langsung artefak dan peninggalan Rasulullah SAW di Stadion Pakansari,” ujar Rudy, kepada Aktualita.co.id, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, jumlah artefak yang dipamerkan mencapai sekitar 72 item dan seluruhnya dapat disaksikan masyarakat secara gratis. Lokasi pameran berada di sebelah Masjid Raya Nurul Waton, sehingga mudah diakses oleh masyarakat yang hendak beribadah maupun beraktivitas di kawasan tersebut.
“Semua gratis, masyarakat bisa datang langsung. Kami juga menyiapkan kursi-kursi bagi masyarakat yang ingin berdoa di lokasi pameran, baik pagi, siang, maupun malam hari,” jelasnya.
Ia mengatakan, Pameran ini akan berlangsung hingga hari pertama Idul Fitri. Selain itu, Pemkab Bogor juga menghadirkan festival kuliner di seberang Masjid Raya Nurul Waton untuk menambah daya tarik masyarakat yang datang ke lokasi.
“Jadi sebelum atau sesudah Salat Tarawih masyarakat bisa singgah di sini, siang hari juga bisa, malam hari bisa menikmati kuliner yang kami siapkan,” terangnya.
Sementara itu, Juru Bicara Management Artefak Misbahul Anam menyampaikan, pameran di Kabupaten Bogor menjadi yang ke – 416 kali digelar di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi salah satu yang terbesar.
“Pameran ini sudah berjalan sebanyak 415 kali di berbagai daerah, dan Kabupaten Bogor menjadi yang ke-416. Keistimewaannya, pameran ini langsung diambil alih oleh Pemkab Bogor dan pengunjung tidak dipungut biaya apa pun, tidak ada tiket maupun infak,” ujarnya.
Ia menyebutkan, jumlah artefak yang dipamerkan mencapai sekitar 75 item, termasuk berbagai benda bersejarah yang memiliki nilai spiritual tinggi.
Secara umum, dalam pameran artefak terdapat sebagian kecil replika, sekitar 25 item, terutama untuk benda seperti pedang atau tongkat. Namun, berdasarkan kesepakatan dengan panitia, artefak yang dipamerkan di Kabupaten Bogor dipastikan bukan replika.
“Setahu kami, berdasarkan kesepakatan dengan panitia, yang ditampilkan di Kabupaten Bogor ini bukan replika, semuanya asli,” katanya.
Misbahul menambahkan, pameran ini juga menjadi yang terbesar dari segi durasi pelaksanaan, jumlah koleksi, serta akses gratis bagi masyarakat, terutama karena diselenggarakan selama Ramadan hingga awal Syawal.
Menurutnya, tujuan utama pameran ini adalah untuk meningkatkan keimanan dan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
“Tujuannya tentu untuk meningkatkan iman dan takwa serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah. Ketika masyarakat melihat langsung artefak tersebut, diharapkan dapat memberikan pengalaman spiritual yang mendalam,” ungkapnya.
Perlu diketahui, Untuk menjaga kelestarian artefak pihak penyelenggara juga menetapkan aturan ketat. Beberapa artefak tidak diperbolehkan untuk disentuh oleh pengunjung, dan telah diberi penanda khusus demi menjaga keaslian dan keamanan benda bersejarah tersebut.
Pameran ini diharapkan menjadi salah satu destinasi religi unggulan di Kabupaten Bogor selama Ramadan, sekaligus memperkuat nilai spiritual masyarakat melalui pengalaman melihat langsung peninggalan yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW.
(Retza)









