AKTUALITA.CO.ID – Tak kunjung dilirik saat pagar SDN Karanggan 02 roboh, Kepala Sekolah SDN Karanggan 02 mengadu ke anggota DPRD Kabupaten Bogor asal PKS, Achmad Fathoni. Dapat pengaduan tersebut, Achmad Fathoni turun langsung ke lapangan mengecek tingkat kerusakan dengan menggandeng Kasie Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Yanto Pradipta, Rabu (27/3/2024).
Dalam kesempatan tersebut Kepala Sekolah SDN Karanggan 02, Khodijah S.Ag mengatakan, dirinya baru menjabat sebagai kepala sekolah selama 3 bulan terakhir, adapun segala bentuk pengajuan yang sudah pernah diajukan kepada dinas terkait menurut laporan dari PLt sebelumnya itu sudah beberapa pengajuan.

“ Untuk yang urgent saat ini adalah pagar dan toilet, kondisi kedua tempat tersebut sangat memprihatinkan dan bisa dibilang sudah tidak layak. Belum lagi dalam menghadapi UNBK nanti, sekolah kami belum memiliki laptop yang seharusnya menjadi penunjang untuk kegiatan tersebut,” bebernya.
“ Alhamdulilah, dengan gercepnya didatangi pihak Dinas Pendidikan dan Dewan Achmad Fathoni saya berharap banyak bisa merubah wajah SDN Karanggan 02,” tambahnya lagi.
Sementara, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Yanto Pradipta mengatakan, seharusnya untuk pagar itu bisa dibenahi dengan cepat karena bencana. Dia berdalih mungkin berkasnya terselip hingga akhirnya agak terlambat penangannya.
“ Setelah berkeliling melihat lokasi, yang akan segera kami bangun ialah pagar dan toilet yang akan kita bangun di tahun 2024 ini. Untuk ruang kelas, akan kami ajukan di anggaran tahun 2025 untuk repit rencana bertingkat,” jelasnya.
Sementara Achmad Fathoni sangat prihatin dengan kondisi pagar sekolah, apalagi ini sudah sampai satu tahun. Maka dari itu, pada kesempatan ini dirinya didampingi pihak Dinas Pendidikan untuk melihat langsung apa yang menjadi kebutuhan di sekolah ini.
“ Sekolah ini berada di pinggir jalan Kabupaten, malu sekali jika ada sekolah yang seperti ini. Tadi saya berbincang dengan Pak Kasie, agar disegerakan untuk pagarnya dan toilet sekolah di tahun anggaran perubahan 2024 ini. Namun, untuk pembangunan ruang kelas yang sudah kita lihat tadi, akan diajukan pada tahun 2025 karena itu harus menggunakan system lelang tender,” kata Fathoni.
Politisi PKS tersebut mengaku prihatin dengan masih banyaknya sekolah negeri yang luput dari perhatian, tapi juga ada sekolah yang terus terusan membangun. Hal-hal seperti ini yang akan kita benahi agar sinkron dan dibangun sesuai dengan kebutuhan bukan dengan kepentingan dan selera.
** Nay Nur’ain









