AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Tlajung Udik melalui Karang Taruna menggelar penyuluhan bahaya narkoba bertema “Generasi Muda Berprestasi dan Berkarakter, Hidup Bahagia Tanpa Narkoba” yang dilaksanakan di lingkungan RW 23, Kampung Kedep, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat (12/12/25).
Acara tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, Camat, perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga tokoh masyarakat.
Kepala Desa Tlajung Udik, Yusuf Ibrahim, menegaskan bahwa penyuluhan ini menjadi langkah nyata pemerintah desa dalam meminimalkan ancaman peredaran narkoba di wilayahnya, terutama di kalangan generasi muda.
“Alhamdulillah malam ini kita melaksanakan penyuluhan di lingkungan RW 23. Harapan kita ke depan bisa meminimalkan kondisi di Tlajung Udik terkait bahaya narkoba, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya kepada Aktualita.co.id
Ia menambahkan, bahwa penyuluhan ini tidak hanya mengedukasi bahaya narkoba dari sisi fisik, tetapi juga dampaknya terhadap mental dan masa depan anak muda.
“Memang tidak bisa instan, tapi dengan penyuluhan ini diharapkan dapat meminimalisasi peredaran narkoba. Fungsi penyuluhan ini juga agar para ketua RT dan RW bisa menyosialisasikan kembali kepada masyarakat,” jelasnya.
Beberapa hari lalu, diwilayahnya telah didapati beberapa pemuda yang tertangkap memakai narkoba jenis sabu. Namun, Yusuf menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam.
“Kalau zona merah kita diam, itu lebih berbahaya. Karena itu kita manfaatkan penyuluhan, dan nanti kita lakukan intervensi ke lapangan melalui Karang Taruna dan lembaga lainnya,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Yusuf juga mengajak para pemuda untuk menjauhi narkoba dan menjaga diri.
“Saya berharap generasi muda Tlajung Udik terus mengatakan ‘say no to drugs’. Jika kita jaga generasi muda, akan muncul pemuda-pemuda berlian di desa ini,” tutupnya.
Sementara, Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Tlajung Udik, Abdul Harly, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap kedua dari rangkaian penyuluhan bahaya narkoba dalam program Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar).
“Tahap pertama kita lakukan di SMPN 4 Gunung Putri. Sekarang sasarannya adalah pemuda atau Karang Taruna, yang diharapkan bisa menjadi kepanjangan tangan untuk menyampaikan edukasi ke warga,” terangnya.
Menanggapi munculnya kasus penangkapan terkait narkoba meski penyuluhan telah dilakukan sebelumnya, Abdul Harly mengatakan bahwa perubahan membutuhkan proses.
“Sebuah perubahan butuh waktu. Seperti makan cabai, pedasnya tidak langsung terasa. Tapi kami tidak bosan mendukung agar penyuluhan Desa Bersinar ini makin efektif,” katanya.
Ia juga berpesan, agar generasi muda menjauhi narkoba karena bahayanya sangat besar.
“Narkoba merusak kesehatan, moral, dan masa depan generasi, khususnya di Tlajung Udik,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Karang Taruna Desa Tlajung Udik, Hendra Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi garda terdepan dalam menggerakkan pemuda untuk menjauhi narkoba dan aktif dalam kegiatan positif.
“Karang Taruna berkomitmen penuh mendukung program Desa Bersinar. Kami ingin pemuda Tlajung Udik tumbuh produktif, kreatif, dan terhindar dari narkoba. Melalui penyuluhan ini, kami ingin membentuk lingkungan yang aman dan kondusif bagi generasi muda,” kata pria yang kerap disapa Bondan.
Bondan menegaskan, bahwa Karang Taruna terus berupaya menghadirkan ruang-ruang kegiatan positif, mulai dari olahraga, komunitas kreatif, hingga pembinaan kewirausahaan bagi pemuda desa.
“Semoga dengan kolaborasi bersama pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat, kita benar-benar bisa memutus rantai peredaran narkoba,” tutupnya.
(Pandu)









