AKTUALITA.CO.ID — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor mengapresiasi langkah Pemerintah Desa (Pemdes) Tlajung Udik yang aktif menyelenggarakan penyuluhan bahaya narkoba sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.
Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kabupaten Bogor, Eko Sumartono, menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan narkoba memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat secara luas.
“Penyuluhan narkoba dan pencegahan penyalahgunaan narkoba ini sangat penting. Kami dari BNN Kabupaten Bogor sangat mengapresiasi Desa Tlajung Udik yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Eko kepada Aktualita.co.id, Sabtu (13/12/25).
Menurutnya, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan berbagai metode penyampaian informasi, baik melalui seminar terbuka, penyuluhan langsung, maupun media lainnya agar pesan dapat diterima secara efektif oleh masyarakat.
“Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, tentu dibutuhkan berbagai macam cara untuk menyampaikan informasi terkait penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Terlebih, Eko juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Tlajung Udik yang mendukung penuh terwujudnya Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar).
“Kami mengapresiasi keinginan pemerintah desa yang mendukung agar Desa Tlajung Udik menjadi desa yang bersih dari narkoba,” ucap dia.
Eko Sumartono juga menjelaskan, secara rinci dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan, khususnya bagi pengguna aktif.
“Dampak kesehatan yang paling utama adalah terganggunya fungsi saraf otak. Semakin sering digunakan, maka fungsi saraf akan semakin terganggu,” ungkapnya.
Selain merusak sistem saraf, penyalahgunaan narkoba juga dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memicu berbagai penyakit serius hingga kegagalan organ.
“Imunitas tubuh bisa menurun dan dalam jangka panjang dapat terjadi kegagalan organ. Penyalahgunaan narkoba membutuhkan dosis yang terus meningkat,” katanya.
“Awalnya mungkin dosis satu, lalu tubuh terbiasa dan membutuhkan dosis yang lebih tinggi, bisa menjadi dua, empat, delapan, hingga akhirnya tubuh tidak mampu lagi merespons. Dampaknya menyerang organ tubuh, saraf, otot, dan lainnya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Eko juga berharap, kegiatan penyuluhan seperti yang dilakukan di Desa Tlajung Udik dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Bogor.
“Kami berharap kegiatan ini bisa dicontoh di desa lain agar semakin banyak masyarakat yang paham dan waspada terhadap penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungannya masing-masing,” pungkasnya.
(Pandu)









