AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah resmi meluncurkan Sekolah Rakyat sebagai strategi besar untuk memutus mata rantai kemiskinan antar generasi.

Peluncuran sekolah tersebut digelar dimulai dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) yang berlokasi di Sentra Terpadu Inten Soewono (STIS), Cibinong, Kabupaten Bogor.
Program ini merupakan inisiatif Presiden RI yang ditindaklanjuti oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama jajaran, serta didukung penuh oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Muhaimin Iskandar.
“Ini adalah gagasan Presiden yang diumumkan pertama kali oleh Pak Muhaimin Iskandar setelah rapat koordinasi, dan kami langsung bergerak menyiapkan operasional pelaksanaannya,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf kepada Aktualita.Co.Id, Senin (13/7/25).
Ia menegaskan, bahwa pelaksanaan Sekolah Rakyat bukan hanya dijalankan oleh Kemensos, namun lintas kementerian dan lembaga.
“Kami tidak bekerja sendiri, ini kerja bersama. Bisa dilihat Pak Menko juga hadir dalam peluncuran daring. Sekolah Rakyat akan hadir di berbagai titik di seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Program Sekolah Rakyat sudah berjalan sejak diumumkan enam bulan lalu, dan pada tahun ajaran 2025/2026 sudah mulai membuka pembelajaran di sekolah rintisan.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan strategi besar dari Presiden Prabowo Subianto dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem dan memastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dalam bidang pendidikan.
“Kami ingin menjamin pendidikan berkualitas, memperluas akses belajar, dan menghentikan siklus kemiskinan yang terus berulang dari generasi ke generasi,” jelasnya.
Sekolah Rakyat juga digagas sebagai fondasi mewujudkan Generasi Emas 2045 generasi unggul dan setara.
Dalam pengembangannya, pemerintah merumuskan Trilogi Sekolah Rakyat sebagai prinsip dasar Memuliakan Anak Kecil dan Kaum Dhuafa.
“Sekolah Rakyat memberikan penghormatan dan fasilitas terbaik kepada anak-anak kurang mampu, termasuk mereka yang nyaris putus sekolah. Negara hadir memberikan pendidikan unggulan, pelayanan kesehatan, dan menumbuhkan kepercayaan diri bahwa mereka setara dan berdaya,” ucapnya.
Menjangkau yang Belum Terjangkau, Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau lapisan masyarakat paling bawah, mereka yang sebelumnya tertinggal dari pembangunan dan tidak mampu bersaing secara sistemik.
“Memungkinkan yang Tidak Mungkin. Sekolah Rakyat memberikan harapan baru, mengubah mimpi yang sebelumnya tidak mungkin menjadi kenyataan. Pendidikan menjadi alat utama untuk melahirkan generasi yang cerdas, setara, dan berdaya saing,” tuturnya.
Sekolah Rakyat juga menerapkan pendekatan yang berbeda dari sistem pendidikan konvensional. Tidak ada tes akademik sebagai syarat masuk. Yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan gratis seperti tinggi dan berat badan, kesehatan gigi, mata, jantung, dan darah.
Setelah itu, dilakukan pengenalan keunggulan serta batas kemampuan masing-masing siswa. Pendidikan dasar akan difokuskan pada kemampuan literasi, numerasi, dan penguasaan teknologi digital.
“Kami juga bekerja sama dengan para dokter untuk membentuk kebiasaan hidup sehat serta membangun disiplin dan karakter sejak dini,” ujar Gus Ipul.
“Ini bukan soal siapa yang paling pintar, tapi bagaimana semua anak bisa tumbuh bersama, cerdas bersama, dan punya kesempatan yang sama,” terusnya
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar mengatakan, dirinya bangga karena pemerintah saat ini memulai MPLS di 100 sekolah.
“Insyaallah di 100 sekolah siap diresmikan pak Presiden. Semua yang menjadi harapan dan keinginan untuk mencari jalan keluar cepat,” katanya.
“Melalui sekolah rakyat, kita akan mendorong semua potensi semua harapan dan cita cita terwujud dari sejak dini,” tutupnya.
(Pandu)









