Aktualita.co.id – Kementerian Lingkungan Hidup kembali memusnahkan produk udang asal Cikande, Kabupaten Serang, yang terkontaminasi radioaktif Cesium-137. Pemusnahan dilakukan di fasilitas pengolahan limbah PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (26/11/26).
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK/BPLH, Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa pada tahap pemusnahan kali ini pihaknya memusnahkan 537 kardus atau lebih dari 6 ton udang.
“Hari ini kita melakukan pemusnahan kembali terhadap produk udang terkontaminasi Cesium-137 asal Cikande yang dikembalikan dari Amerika Serikat. Sebelumnya kita sudah memusnahkan 94 karton atau sekitar 1 ton. Jadi total yang dimusnahkan mencapai 7,4 ton,” ujarnya.
Rasio menjelaskan, pemusnahan dilakukan di PPLI berdasarkan rekomendasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Hasil pengukuran kedua lembaga menunjukkan kadar Cesium-137 pada udang mencapai 10 becquerel per kilogram, masih jauh di bawah batas 100 Bq/kg.
Dengan demikian, pengelolaan bisa dilakukan menggunakan protokol lingkungan hidup, bukan protokol limbah radioaktif.
“Ini memastikan bahwa penanganan kontaminasi Cesium-137 tetap aman bagi masyarakat serta menjamin keamanan produk Indonesia, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor,” jelasnya.
Proses pemusnahan dilakukan menggunakan teknik thermal atau insinerator bersuhu 400 derajat Celsius. Proses ini diawasi langsung oleh tim Bapeten, BRIN, dan Kementerian Lingkungan Hidup.
Insinerator di PPLI juga dilengkapi Continuous Emission Monitoring (CEM) untuk memantau emisi secara real-time.
“Abu hasil pembakaran, baik fly ash maupun bottom ash, selanjutnya disolidifikasi dengan beton dan diperkuat menggunakan kupol. Setelah itu ditempatkan di landfill kelas 1 milik PT PPLI,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa fasilitas PPLI berteknologi Jepang dan berstandar internasional, sehingga proses pemusnahan berlangsung sesuai standar keamanan radiasi dan lingkungan. Pemeriksaan abu limbah dari pemusnahan sebelumnya juga dinyatakan aman oleh BRIN dan Bapeten.
Rasio menegaskan pemerintah sangat serius menangani kasus kontaminasi Cesium-137 di kawasan industri Cikande. Selain pemusnahan produk, berbagai langkah mitigasi terus dilakukan.
“Kami bersama Korps Brimob, TNI Nubika, pemerintah daerah, Kemenkes, hingga Kemenko Pangan terus melakukan upaya intensif, mulai dari mitigasi hingga dekontaminasi lokasi yang terpapar,” ujarnya.
Hingga saat ini, lebih dari 60 ribu kendaraan yang keluar-masuk kawasan industri Cikande telah melewati pemeriksaan radiasi. Dari jumlah tersebut, 48 kendaraan terdeteksi terpapar dan telah menjalani proses dekontaminasi.
Rasio menyebut proses dekontaminasi lingkungan ditargetkan rampung dalam 1–2 minggu ke depan.
Selain udang, pemerintah juga akan melakukan pemusnahan dan dekontaminasi terhadap produk cengkeh yang terindikasi terpapar Cesium-137 dan saat ini berada di Surabaya.
“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat serta menjaga keamanan komunitas-komunitas Indonesia,” tegasnya. (Rz)









