AKTUALITA.CO.ID – Upaya pencarian Oding (58), warga Jonggol yang diduga hanyut di Sungai Cipamingkis, belum menemui titik terang. Hingga Rabu (4/2/2026) sore, operasi pencarian hari kedua yang melibatkan 50 personel gabungan harus diakhiri tanpa hasil alias nihil.
Tim SAR gabungan bahkan terpaksa menarik pasukan lebih awal pada pukul 15.30 WIB. Keputusan ini diambil bukan karena menyerah, melainkan demi keselamatan tim lantaran kondisi cuaca di hulu sungai yang mulai tidak bersahabat.
Salah satu relawan SAR gabungan, Sugianto ‘Capunk’, menjelaskan bahwa langit di kawasan Sukamakmur (hulu Cipamingkis) terpantau gelap disertai hujan deras. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan debit air secara tiba-tiba atau air bah yang membahayakan petugas di hilir.
“Pencarian ditutup sementara untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Cuaca di hulu gelap dan hujan, jadi demi keselamatan tim, kita hentikan dulu,” ungkap Capunk kepada Aktualita.co.id.
Sebelum dihentikan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Damkar, Gemawan Indonesia, dan relawan warga sebenarnya telah bekerja keras sejak pukul 08.00 WIB.
Mereka menggunakan metode penyisiran manual (ESAR) dan body rafting dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, menyusuri aliran sungai karena kondisi medan yang berbatu tidak memungkinkan penggunaan perahu karet secara optimal.
“Kita sisir empat titik fokus, dari Bendungan 1 sampai ke Bendungan 2 yang baru. Jaraknya kurang lebih 3 sampai 4 kilometer. Namun, korban belum ditemukan,” jelasnya.
Capunk menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini akan kembali dilanjutkan esok hari (Kamis), dengan catatan kondisi cuaca memungkinkan dan debit air sungai aman untuk disisir.
“Kita lihat cuaca. Kalau aman, besok pagi pencarian kita gas lagi,” pungkasnya.
Keluarga dan warga sekitar masih menaruh harapan besar agar Oding—yang sebelumnya hanya meninggalkan jejak berupa sepasang sandal di tepi sungai—dapat segera ditemukan.
(Pandu)









