AKTUALITA.CO.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cileungsi, Kabupaten Bogor, menggelar Konferensi Kerja 1 di Gedung Sekolah SMP PGRI Surya Kencana, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Transformasi Menuju Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang”. Konferensi menjadi momentum bagi jajaran pengurus dan anggota PGRI Cabang Cileungsi untuk mengevaluasi organisasi sekaligus menyusun program kerja selama satu tahun ke depan.
Ketua PGRI Cabang Cileungsi, Tintin Rondasih, mengatakan konferensi kerja tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan rasa memiliki seluruh anggota terhadap PGRI.
Seluruh anggota dari Ranting 1 hingga Ranting 26 didorong untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Menurutnya, keberadaan pengurus PGRI tidak dapat dipisahkan dari dukungan dan keterlibatan para anggota.
“Organisasi ini ada karena anggotanya. Karena itu, kami ingin seluruh anggota memiliki rasa kepemilikan dan ikut berperan aktif dalam menjalankan roda organisasi,” ujar Tintin.
Selain penguatan organisasi, konferensi juga membahas transparansi program kerja PGRI mulai dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten. Hal tersebut dinilai penting agar anggota memahami tugas, program, mekanisme penyampaian aspirasi serta alur usulan kebijakan organisasi.
Dalam konferensi tersebut, isu kepegawaian dan kesejahteraan guru turut menjadi perhatian utama. Salah satunya mengenai tunjangan sertifikasi guru.
PGRI mendorong adanya kejelasan regulasi terkait tunjangan sertifikasi guru yang sebelumnya memiliki nilai setara satu bulan gaji pokok. Organisasi berharap ketentuan tersebut dapat kembali diakomodasi secara jelas dalam peraturan perundang-undangan maupun regulasi terbaru.
Selain itu, PGRI Cabang Cileungsi juga memberikan perhatian terhadap masa depan guru paruh waktu dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
PGRI mendorong agar tersedia peluang bagi guru paruh waktu maupun PPPK untuk mengikuti seleksi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara bagi guru yang terkendala batas usia, PGRI akan memperjuangkan agar mereka tetap mendapatkan kesempatan melalui jalur PPPK sesuai ketentuan yang berlaku.
“Perjuangan terhadap persoalan kepegawaian dan kesejahteraan guru akan terus kami kawal. Kami ingin aspirasi anggota dapat disampaikan melalui organisasi dan diperjuangkan sesuai aturan yang ada,” jelasnya.
Sementara itu, untuk rencana kerja satu tahun ke depan, PGRI Cabang Cileungsi menyiapkan sejumlah program melalui bidang-bidang yang ada.
Pada Seksi Bidang (Sekbid) Olahraga, PGRI akan menyusun berbagai kegiatan olahraga yang melibatkan anggota. Program tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga memperkuat silaturahmi antaranggota.
Di bidang advokasi dan perlindungan hukum, PGRI akan memberikan pendampingan kepada guru yang menghadapi persoalan hukum maupun permasalahan dalam menjalankan tugasnya. Pendampingan diupayakan dilakukan secara tuntas agar anggota mendapatkan perlindungan dan kepastian dalam menghadapi persoalan.
Sementara Sekbid Kesejahteraan akan menangani persoalan guru yang dikembalikan statusnya ke sekolah selama empat bulan akibat kekosongan Kas Daerah (Kasda).
PGRI memastikan guru-guru tersebut tetap mendapatkan nominal penghasilan yang sama seperti ketika berstatus sebagai guru paruh waktu, meskipun mekanisme pembayaran selama periode tersebut ditanggung oleh pihak sekolah.
Melalui Konferensi Kerja 1 ini, PGRI Cabang Cileungsi berharap seluruh program yang telah disusun dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Penguatan organisasi, perlindungan hukum, peningkatan kesejahteraan serta perjuangan terhadap status kepegawaian guru menjadi bagian penting dari agenda PGRI Cabang Cileungsi dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan ke depan.
Dengan dukungan seluruh anggota dari 26 ranting, PGRI Cabang Cileungsi berkomitmen memperkuat sinergi dan terus memperjuangkan kepentingan guru sekaligus mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Bogor.
(Deni Supriadi)









