AKTUALITA.CO.ID — Di balik penemuan jasad Aji Santoso (3), balita yang hanyut di Kali Jantung, Kamis (29/1/2026), terselip kisah heroik dari para relawan kemanusiaan. Tanpa seragam dinas, Beben Baenal Arif dari Relawan Sintas Depok, menjadi salah satu sosok yang berjasa menemukan korban di tengah medan sungai yang berat.
Pencarian yang dimulai sejak pukul 09.40 WIB itu tidaklah mudah. Arus sungai yang meluap akibat hujan serta banyaknya tumpukan sampah menjadi rintangan utama yang harus ditembus para relawan.
“Awalnya kami menduga korban tersangkut di tumpukan sampah karena secara logika arus biasanya membawa ke sana. Saya berdua dengan rekan saya, Bang A1, menyisir area itu,” kenang Beben kepada Aktualita.co.id.
Keyakinan Beben sempat goyah saat memeriksa tumpukan sampah namun tidak membuahkan hasil. Ia menyadari arus di bawah tumpukan tersebut sangat kuat, yang kemungkinan besar menghanyutkan korban lebih jauh ke hilir. Tak menyerah, ia dan rekannya memutuskan terus berjalan menyusuri sungai sejauh 30 meter lagi.
Keputusan itu tepat. Sekitar 30 meter dari titik sampah, Bang A1 melihat sesuatu yang mencurigakan di bawah rimbunnya cabang pohon.
“Korban ditemukan tertutup cabang dan dedaunan. Posisinya di bawah cabang pohon, jadi kalau dari permukaan memang sulit terlihat. Kebetulan air di titik itu sudah agak landai, makanya korban tersangkut di sana,” jelas Beben.
Meski menemukan korban pertama kali, Beben menunjukkan profesionalismenya sebagai relawan. Ia tidak langsung mengangkat jasad korban demi menjaga prosedur keselamatan dan etika evakuasi.
“Kami tidak langsung angkat, kami tunggu bantuan tim SAR gabungan yang lengkap dengan APD. Setelah semua siap, baru korban dievakuasi dan kami informasikan ke rumah duka,” tambahnya.
Beben mengaku kehadirannya di lokasi murni sebagai panggilan hati. Tanpa memperhitungkan lelah, ia memulai penyisiran dengan berjalan kaki dari Jembatan Rahmaniah, menyusup di antara semak-semak dan menyisir pinggiran kali yang licin.
“Saya ini relawan, bukan dari dinas. Jadi kami jalan bareng saja dengan tim dinas demi misi kemanusiaan ini,” ujarnya merendah.
Ditemukannya Aji Santoso memang membawa duka bagi keluarga, namun kerja keras Beben dan tim SAR menjadi bukti nyata bahwa solidaritas warga Bogor dan Depok sangat kuat di tengah bencana. Peristiwa ini pun menjadi pengingat bagi setiap orang tua untuk tak sedetik pun lengah menjaga buah hati di dekat aliran air yang berbahaya.
(Pandu)









