AKTUALITA.CO.ID – Rencana revitalisasi Pasar Citeureup 2 yang diwacanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor mulai memicu keresahan di kalangan pemilik ruko. Hingga kini, para pemilik lahan mengaku belum menerima komunikasi formal maupun kesepakatan terkait rencana penataan tersebut.
Salah satu pemilik ruko Muhammad Luthfi Ramadhan mengungkapkan, dirinya bersama sejumlah pemilik ruko lain merasa tidak dilibatkan dalam proses perencanaan revitalisasi. Padahal, rencana tersebut disebut akan mencakup penataan menyeluruh, termasuk area ruko pribadi.
Menurut Luthfi, keinginan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk menata pasar secara menyeluruh belum diikuti dengan komunikasi yang terbuka dari pihak pengembang.
Ia mengatakan, Proyek revitalisasi ini diketahui akan dikerjakan oleh PT Bangun Bersada yang berada di bawah naungan Perumda Tohaga.
“Sampai saat ini dari pihak kami belum ada kesepakatan apapun. Dari pihak pengembang juga belum ada itikad baik untuk sowan atau sekadar bicara soal kesepakatan dengan kami,” ujar Luthfi, kepada Aktualita.co.id, Sabtu (28/2/2026).
Ia mengungkapkan, Keresahan semakin meningkat setelah beredarnya selebaran yang menyebutkan bahwa ruko-ruko pribadi di kawasan tersebut akan dibongkar untuk membuka akses jalan baru.
Luthfi menjelaskan, sejumlah penyewa kini diliputi ketidakpastian dan ragu untuk memperpanjang masa kontrak mereka. Kondisi ini dinilai merugikan para pemilik ruko yang menggantungkan penghasilan dari penyewaan tempat usaha.
“Pedagang yang mengontrak di tempat saya jadi bingung, mau lanjut atau tidak karena ada isu pembongkaran itu. Ini jelas merugikan kami karena mata pencaharian keluarga kami banyak dari sini,” katanya.
Ia juga mengungkapkan sejauh ini pihak Perumda Tohaga baru menjalin komunikasi dengan salah satu pemilik ruko, sementara dirinya dan pemilik ruko lainnya belum pernah diajak berdiskusi secara langsung.
Ia juga mengungkapkan, pertemuan mediasi akan digelar pada Senin mendatang di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, setelah sebelumnya tertunda karena alasan kesehatan salah satu pemilik lahan.
Luthfi berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi yang adil dan transparan bagi semua pihak, tanpa merugikan pemilik ruko maupun pedagang yang menggantungkan hidup dari aktivitas di pasar tersebut.
“Kami berharap ada itikad baik dan pembicaraan yang transparan agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam rencana revitalisasi ini,” pungkasnya.
(Retza)









