AKTUALITA.CO.ID _ Polsek Cileungsi kembali mendapatkan laporan adanya penemuan mayat di pinggir jalan raya Cileungsi-Jonggol tepatnya di Gerbang Perumahan GNI, Kp.Gandoang RT.03/04, Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Selasa (16/4/24).
Kapolsek Cileungsi Kompol Yohannes Redhoi Sigiro menjelaskan, Dari hasil olah TKP dan keterangan dari para saksi – saksi diketahui mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki bernama Mastara yang merupakan seorang pedagang warga Cilincing Jakarta Utara.
” Polsek Cileungsi sudah memeriksa saksi-saksi terkait penemuan mayat tersebut yakni Ismail Saepulloh dan Mutmainah,” ungkapnya.
Dimana awal mula kejadian pada hari Selasa (16/4/24) jam 08.00 Wib, sambung dia, Korban yang bernama Mastara pergi kerumah adiknya Siti Maesaroh dengan tujuan akan meminjam uang untuk membeli obat jantung sekaligus untuk mengembalikan speaker aktif yang sempat di pinjamnya.
” Setelah korban mendapatkan pinjaman uang untuk beli obat korban terjatuh di pinggir jalan dan langsung dalam keadaan meninggal dunia,” terangnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, Akhirnya sampai dengan warga masyarakat melaporkan temuan mayat tersebut pada pihak Kepolisian dan kemudian sekira jam 10.00wib pihak kepolisian menghubungi Fitri yang merupakan anak dari Mastara untuk memberitahukan bahwa orang tuanya sudah dalam keadaan meninggal dunia.
” Setelah itu korban/Almarhum dilarikan ke RSUD Cileungsi untuk dilakukan pemeriksaan luar, setelah berada di RSUD Cileungsi pihak korban menerima dengan iklas atas meninggalnya Mastara dikarenakan memiliki riwayat penyakit jantung dan dituangkan dalam surat pernyataan terlampir,” katanya.
Ia menyebut, Dari hasil olah TKP Pihak Kepolisian, Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, kondisi mayat tersebut posisi terlentang mengeluarkan air mani, didalam dompet korban ditemukan beberapa jenis obat diantaranya yaitu obat jenis :
- Furosemide
- Amolidifin
- Ambroxol
” Hasil dari wawancara dengan pihak keluarga almarhum, almarhum mengalami riwayat sakit jantung. Dalam keterangannya keluarga menjelaskan bahwa Almarhum memiliki bukti rekam medis pada saat Almarhum berobat sakit jantung yang di simpan di rumah,” pungkasnya.
*Nay Nur’ain









