AKTUALITA.CO.ID – Di tengah luasnya wilayah Kabupaten Bogor yang mencakup 40 kecamatan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Keselamatan Kabupaten Bogor mengakui bahwa penanganan sektor penyelamatan atau rescue masih belum ideal.
Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan utama dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Kabupaten Bogor Yudi Santosa mengatakan bahwa dari sisi perlengkapan, Damkar memang telah memiliki peralatan dasar, namun jumlah dan kelengkapannya masih belum memenuhi standar ideal untuk wilayah seluas Kabupaten Bogor.
“Sebetulnya untuk penyelamatan itu belum ideal. Dari sisi perlengkapan sudah cukup, tapi memang belum ideal,” ujar Yudi Santosa, Senin (12/01/2026).
Ia menjelaskan, saat ini Damkar Kabupaten Bogor memiliki 11 sektor atau pos yang melayani 40 kecamatan. Dari jumlah tersebut, unit kendaraan rescue yang tersedia baru sebanyak lima unit, jauh dari kebutuhan ideal.
“Kita ada 11 sektor, satu pos untuk melayani 40 kecamatan. Hari ini kendaraan unit rescue baru ada lima. Idealnya memang harus ditambah enam unit lagi, sehingga setiap pos memiliki satu unit rescue,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Keterbatasan juga terlihat pada sarana penanganan kejadian membahayakan manusia (KMM), seperti peristiwa orang hanyut atau kecelakaan di perairan. Damkar Kabupaten Bogor saat ini hanya memiliki satu unit perahu yang dapat digunakan untuk operasi penyelamatan.
“Perahu cuma satu yang bisa dimanfaatkan. Jadi memang masih kurang untuk penanganan KMM. Perahu itu kita siapkan khusus untuk kegiatan penyelamatan,” jelas Yudi.
Meski begitu, Yudi menegaskan bahwa pihaknya tetap berupaya menjaga kesiapsiagaan personel dan peralatan. “Setiap hari anggota mengecek ulang semua perlengkapan di dalam kendaraan. Item-nya banyak dan harus dipastikan semuanya siap,” bebernya.
Ia menambahkan, dalam kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras, petugas sudah terlebih dahulu menyiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan tanpa menunggu terjadinya kejadian darurat.
“Kalau hujan besar, peralatan sudah disiapkan karena dikhawatirkan ada kejadian yang membutuhkan penanganan cepat. Jadi bukan menunggu kejadian dulu, tapi kita sudah siaga,” pungkasnya.
(Retza)









