AKTUALITA.CO.ID – Keterbatasan fasilitas pendidikan kembali menjadi sorotan dalam kegiatan reses masa sidang I DPRD Kabupaten Bogor tahun 2025 di Kecamatan Babakan Madang, Senin (6/10/2025).
Salah satu aspirasi datang dari Mila Karmilah, Kepala Sekolah SDN Karang Tengah 03, yang menyampaikan kondisi sekolahnya yang masih kekurangan ruang kelas dan tempat ibadah.
“Perkenalkan, nama saya Mila Karmilah dari SDN Karang Tengah 03. Sejak tahun 2017 sampai saat ini, SDN Karang Tengah 03 terus mengusulkan pembangunan RKB bertingkat. Mengapa kami mengusulkan RKB bertingkat? Karena dari segi lahan, sekolah kami memang sudah tidak memiliki area yang cukup luas untuk menambah bangunan secara horizontal,” ujarnya.
Selain keterbatasan lahan, Mila juga mengungkapkan bahwa sekolahnya tidak memiliki mushola, sehingga siswa harus melaksanakan salat duha dan salat dzuhur berjamaah di lapangan terbuka.
“Kami tidak memiliki mushola. Jadi setiap kali melaksanakan salat duha dan salat dzuhur berjamaah, siswa harus melakukannya di lapangan, di bawah terik matahari. Harapan kami, dengan adanya pembangunan RKB bertingkat, setidaknya ada satu ruangan yang dapat digunakan untuk kegiatan salat,” katanya.
Mila menambahkan, jumlah siswa di SDN Karang Tengah 03 mencapai 344 orang dengan 10 ruang kelas yang tersedia. Sekolah masih membutuhkan dua ruang tambahan agar pembagian kelas menjadi ideal — sekitar 30 siswa per kelas.
“Kami berusaha memaksimalkan pembelajaran agar tidak terjadi kelas gemuk. Dengan tambahan dua ruang kelas, guru dan siswa dapat lebih optimal dalam proses belajar-mengajar,” tuturnya.
Pihaknya juga telah berulang kali mengajukan permohonan tersebut melalui usulan aspirasi, namun belum terealisasi karena pembangunan RKB bertingkat disebut hanya bisa dilakukan melalui pengajuan anggaran DPRD.
“Kami berharap usulan ini bisa segera terealisasi demi kenyamanan dan kualitas pendidikan di SDN Karang Tengah 03,” pungkas Mila.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Ferry Roveo Checanova, yang akrab disapa Vio, menyatakan akan terus mengawal setiap aspirasi masyarakat, termasuk usulan dari sektor pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor itu mengaku memahami kekecewaan sebagian warga terhadap sejumlah usulan pembangunan yang belum terealisasi. Ia menegaskan bahwa perjuangan aspirasi tidak berhenti di ruang reses, melainkan terus dikawal hingga tuntas di tingkat dinas maupun rapat dewan.
“Saya juga menerima aspirasi teman-teman di sini, sudah kita perjuangkan. Cuma memang terkadang ada kendala di lapangan. Jadi ibu-ibu jangan khawatir dan jangan malu untuk menyampaikan aspirasi,” ujar Vio.
Vio juga menanggapi keluhan warga terkait beberapa usulan pembangunan yang tak kunjung terlaksana sejak beberapa tahun lalu. Menurutnya, hal itu perlu dibahas bersama dinas terkait agar diketahui titik permasalahannya.
“Kalau ada yang bilang, tanpa dikawal anggota dewan, usulan tidak dibangun, itu justru jadi kekhawatiran saya. Pemilihan sudah masa lalu, sekarang saatnya kita bekerja sama untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, dirinya tidak ingin ada kesan bahwa bantuan atau realisasi aspirasi hanya diberikan kepada pihak tertentu. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi, menyampaikan kebutuhan secara terbuka, dan memastikan usulan prioritas masuk melalui forum resmi.
“Sekali lagi saya berpesan, jangan lelah untuk menyampaikan aspirasi. Semua masukan dari masyarakat akan kami kawal di dewan,” tegas politisi yang dikenal aktif turun ke masyarakat tersebut.
Arsyit Syarifudin









