AKTUALITA.CO.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto geram setelah mendapat laporan bahwa truk-truk sampah yang membawa sisa material banjir bandang di Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, ditolak masuk ke Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo oleh PT Jabar Bersih Lestari (JBL).
Penolakan tersebut didasari alasan keterbatasan kewenangan serta kapasitas pengolahan yang diklaim sedang penuh. Namun, kondisi darurat pasca-banjir membuat Bupati Rudy turun tangan. Ia langsung menghubungi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Dari hasil komunikasi dengan Gubernur, akhirnya truk-truk yang sebelumnya ditolak kini diperbolehkan masuk dan membuang sampah ke TPS Lulut-Nambo.
“Saat ini aman, sudah bisa membuang sampah sisa banjir ke TPS Lulut-Nambo,” kata Bupati Rudy Susmanto kepada Aktualita.co.id, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (07/03/25).
Sementara itu dari surat yang diterima aktualita.co.id, yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor nomor 600.1.17.3/129-SDA berisi untuk meminta izin pembuangan sampah ke fasilitas tersebut.
“Sehubungan dengan adanya bencana alam pada hari Selasa tanggal 25 Februari 2025, yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor, maka dalam rangka pemulihan lokasi terjadinya bencana alam, khususnya banjir yang terjadi di Desa Bojongkulur Kecamatan Gunungputri, kami mengajukan permohonan izin untuk membuang sampah yang berasal dari lokasi bencana ke TPPAS Lulut Nambo,” isi dalam surat tersebut.
“Adapun pertimbangan kami mengajukan permohonan ini adalah karena lokasi bencana yang lebih dekat dengan TPPAS Lulut Nambo jika dibandingkan dengan TPAS Galuga. Mengingat daruratnya kebutuhan untuk segera membuang sampah, kami memohon izin untuk membuang sampah sebanyak 15 truk,”
Sebelumnya, sebanyak 30 truk sampah yang membawa material sisa banjir ditolak masuk ke TPPAS Lulut-Nambo.
“Kami heran, PT JBL yang berada di Kabupaten Bogor sendiri, dalam keadaan darurat bencana masih berdalih birokrasi. Mereka seolah tidak menghargai kondisi sulit yang sedang dialami wilayah kami, terutama di Gunung Putri,” ujar Daman.
Dengan adanya intervensi dari Bupati Bogor dan Gubernur Jawa Barat, truk-truk sampah kini dapat melanjutkan proses pembuangan ke TPPAS Lulut-Nambo, sehingga upaya pemulihan pasca-banjir bisa berjalan lebih cepat.
(reza)









