AKTUALITA.CO.ID – Kebiasaan begadang masih sering dianggap sepele, terutama di kalangan remaja. Padahal, para ahli kesehatan menegaskan bahwa kurang tidur secara rutin dapat menimbulkan berbagai dampak serius bagi tubuh.
Kurang tidur diketahui dapat mengganggu fungsi otak, seperti menurunkan konsentrasi, daya ingat, serta memperlambat reaksi. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi kemampuan belajar dan pengambilan keputusan.
Selain itu, begadang juga berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. Kurangnya waktu istirahat membuat tubuh tidak optimal dalam melakukan proses pemulihan, sehingga berpotensi memicu tekanan darah tinggi, serangan jantung, hingga stroke.
Dari sisi metabolisme, kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar. Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak dan berisiko mengalami kenaikan berat badan hingga obesitas.
Tak hanya itu, sistem kekebalan tubuh juga dapat melemah jika seseorang sering begadang. Hal ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih saat sakit.
Dampak lainnya adalah meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, dan depresi. Tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga kestabilan emosi.
Kurang tidur juga dikaitkan dengan peningkatan risiko Diabetes Tipe 2, akibat terganggunya pengaturan kadar gula darah dalam tubuh.
Para ahli merekomendasikan remaja untuk tidur selama 8 hingga 10 jam setiap malam guna menjaga kesehatan fisik dan mental. Meski begadang sesekali tidak menjadi masalah, kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan secara terus-menerus.
Dengan menjaga pola tidur yang baik, berbagai risiko kesehatan tersebut dapat dihindari.
(Deni Supriadi)









