Aktualita.co.id – Setelah puluhan tahun menunggu, masyarakat Gunung Putri akhirnya mendapat kabar menggembirakan, kantor Kecamatan Gunung Putri akan dibangun tahun ini. Hal tersebut juga disampaikan langsung oleh Camat Gunung Putri Kurnia Indra kepada aktualita.co.id, Senin (07/07/25).

“Tahun ini, Alhamdulillah, kita dapat realisasi pembangunan gedung kantor Kecamatan. Karena sudah terlalu lama, bahkan puluhan tahun. Kondisi bangunan juga sudah tua, terutama bagian atap yang sudah sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Rehabilitasi total kantor kecamatan tersebut akan dilakukan melalui dana APBD dengan anggaran mencapai Rp9 miliar. Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap lelang, dan diperkirakan pembangunan fisik akan dimulai pada bulan Agustus mendatang.
“InsyaAllah Agustus sudah mulai pembangunan. Kita semua berharap prosesnya berjalan lancar dan tepat waktu,” terangnya.
Hal senada disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, H. Achmad Fathoni. Ia menegaskan bahwa anggaran pembangunan Kantor Kecamatan Gunung Putri memang sudah dialokasikan tahun ini.
“Sudah dianggarkan Rp9 miliar. Tahun ini dikerjakan. Karena memang kondisi kantor saat ini sudah harus di perbaiki, perlu dibongkar total,” jelasnya.
Menariknya, bukan hanya kantor kecamatan yang akan dibangun. Sejumlah infrastruktur penunjang lainnya juga masuk dalam daftar pembangunan tahun ini. Di antaranya adalah jalan-jalan strategis yang menghubungkan beberapa wilayah di sekitar Gunung Putri.
“Ada beberapa proyek jalan yang juga akan dibangun bersamaan, seperti Jalan Raya Cikeas Udik – Bojong Nangka, Jalan Lingkar Kantor Kecamatan Gunung Putri, Jalan Raya Tlajung Udik – Bojong Nangka Griya Bukit Jaya, serta pembangunan Jembatan Cikuda. Target kita, Juli-Agustus sudah mulai dikerjakan,” ungkapnya.
“Nanti, Dengan dimulainya pembangunan diharapkan pelayanan publik akan meningkat dan kawasan Gunung Putri bisa semakin berkembang dari sisi infrastruktur dan tata wilayah serta yang lainnya,” harapnya.
Penantian panjang masyarakat akhirnya berbuah manis. Kini, tinggal bagaimana semua pihak mengawal proses pembangunan agar berjalan tepat waktu, tepat anggaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
(Rz)









