AKTUALITA.CO.ID – Kondisi memprihatinkan terjadi di SDN 05 Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Puluhan siswa di sekolah tersebut terpaksa belajar di lantai tanpa meja dan kursi karena fasilitas mebelair yang tidak memadai dan rusak parah.
Keluhan ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SDN 05 Cicadas Lilis Hasanah saat menerima kunjungan anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, H. Achmad Fathoni yang datang meninjau kondisi sekolah, Senin (28/10/25).
“Yang paling urgent itu kebutuhan mebelair. Siswa kelas 5 dan 6 sekarang belajar tanpa meja dan kursi karena jumlahnya tidak cukup. Banyak yang rusak, goyang, dimakan rayap, bahkan patah,” ujar Lilis Hasanah.
Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Pihak sekolah terpaksa tetap menggunakan perabot rusak karena tidak ada pilihan lain.
“Kami setiap tahun mengajukan permohonan bantuan, tapi belum juga terealisasi. Terakhir kali kami menerima bantuan mebelair itu tahun 2017,” terangnya.
Selain kekurangan mebelair, ia juga mengeluhkan sekolah yang juga belum memiliki laptop, padahal perangkat tersebut dibutuhkan untuk pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
“Setiap kali ANBK, kami harus meminjam laptop ke sekolah terdekat. Tahun kemarin kami meminjam ke SDN Parung Tanjung 01. Di sini sama sekali belum ada laptop,” kata Lilis.
Ia berharap, dengan adanya kunjungan anggota dewan, kebutuhan dasar sekolah dapat segera dipenuhi. “Kami berharap kunjungan ini membawa jalan keluar. Mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan bisa terealisasi,” harapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, H. Achmad Fathoni yang berada di lokasi mengaku prihatin dan berjanji akan memperjuangkan kebutuhan SDN 05 Cicadas agar menjadi prioritas dalam penganggaran tahun berikutnya.
“Saya lihat langsung memang kondisinya tidak layak. Kalau siswa sampai belajar di lantai, berarti sudah tidak memenuhi standar kelas,” ujarnya.
Fathoni menjelaskan bahwa beberapa sekolah lain di wilayah Bogor sudah menerima bantuan mebelair pada tahun 2023 dan 2024. Namun, masih ada sekolah seperti SDN 05 Cicadas yang belum tersentuh bantuan sejak 2017.
“Data seperti ini penting supaya aspirasi yang saya bawa bisa tepat sasaran. Untuk tahun 2025 saya hanya bisa bawa satu kelas, tapi ini akan jadi bahan prioritas untuk dibahas pada tahun 2026,” jelasnya.
Ia juga berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor segera turun tangan mencarikan solusi. “Kalau tahun 2025 belum ada anggaran, semoga 2026 bisa segera direalisasikan secepat mungkin. Jangan sampai siswa terus belajar di lantai seperti ini,” tegasnya.
Kondisi SDN 05 Cicadas menjadi potret nyata masih banyaknya sekolah di Kabupaten Bogor yang mengalami keterbatasan sarana dan prasarana dasar. Situasi ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan pemerataan fasilitas pendidikan agar seluruh siswa dapat belajar dengan layak dan nyaman. (Rz)









